• Kamis, 24 Mei 2012
Keprihatinan Tokoh Agama dan Budayawan

Memorandum Perdamaian Untuk Tanjung Bale

Bram Dwi Atmanto - Timlo.net
Rabu, 3 November 2010 | 13:25 WIB
  • Share

Solo – Sejumlah tokoh agama dan budayawan Kota Solo berdialog dan menandatangani memorandum perdamaian di Wisma Seni TBJTS, kemarin malam (2/11). Aksi tersebut dipicu keprihatinan keberadaan Patung Budha di Vihara Tri Ratna di Tanjung Bale Sumatera Utara, yang hendak diturunkan.

Berawal dari sejumlah ormas Islam yang mengatasnamakan Gerakan Islam Bersatu yang mendesak pemerintah setempat untuk menurunkan Patung Budha dengan alasan keberadaan patung tersebut tidak mencerminkan kesan Islami di Kota Tanjung Bale dan dapat mengganggu keharmonisan di tengah-tengah masyarakat.

Dalang Komunitas Wayang Kampung Sebelah (WKS) yang juga sebagai penggagas acara tersebut, Ki Jlitheng Suparman menilai desakan penurunan Patung Budha oleh sejumlah ormas Islam tersebut bertentangan dengan Pancasila, UUD 45 serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami juga sangat menyesalkan kebijakan pemerintah setempat yang menyetujui desakan penurunan tersebut. Tindakan tersebut jelas merepresentasikan hegemoni kaum mayoritas yang tidak menghendaki keberadaan kaum minoritas di negeri ini. Tindakan ini selain menodai semangat pluralisme juga akan berdampak buruk bagi persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Jlitheng.

"Kebijakan pemkot Tanjung Bale itu jelas kian menegaskan bahwa pemerintah setempat pun juga turut melakukan intervensi terhadap sistem peribadatan suatu agama tertentu," lanjutnya.

Bila kasus seperti ini terus saja saja dibiarkan, sambung Jlitheng, maka dipastikan bakal menjadi preseden buruk bagi perjalanan keutuhan berbangsa dan bernegara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke depannya. “Oleh sebab itu, kami mengajak masyarakat Solo untuk bersama-sama menyerukan sikap keprihatinan sekaligus penolakan terhadap rencana penurunan Patung Budha di Vihara Tri Ratna Tanjung Bale,” ujarnya.

Di akhir  acara, perwakilan pemuka agama dan budayawan, menandatangani memorandum pernyataan sikap yang nantinya akan dilayangkan kepada jajaran eksekutif dan legislatif Tanjung Bale, Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimmas) Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) agar dijadikan pertimbangan dalam penyelesaian kasus konflik keyakinan ini.

         

Berita Terkait

Komentar

  1. kepriben

    karepe piye toh negoro iki?

  2. Arfin Rose

    Banyak orang terjebak dalam ambisi kosongnya lantas ingin menjadi tuhan bagi dirinya maupun orang di sekitarnya. Jika dulu hal ini dilakukan secara diam-diam, kini sudah mulai berani terang-terangan dan bergerombol… Seperti kawanan serigala yang melihat tulang dan darah sebagai sesuatu yang terlanjur diyakini sebagai sesuatu yang dapat mengenyangkan perut besar mereka

  3. global moment

    salut sama budayawan dan seniman kota surakarta, berbeda itu indah.

  4. Surawan Dibyosudarmo

    Saya kirim tulisan ini ke Romo J. Mardi Widayat yang sekarang sedang bertugas di Kamboja. Belia membalas demikian:
    Widayat Mardi 03 November jam 15:16
    saya sepakat. bila saya berada di solo, tentu akan ikut menandatangani. sampaikan salam saya kepada teman-teman pecinta perdamaian, apapun latarbelakanganya.

  5. Anak Nusantara

    menyuap pejabat sudah biasa…kini mereka mencoba menyuap Tuhan….

  6. Anak Nusantara

    menyuap pejabat sudah biasa…kini mereka mencoba menyuap Tuhan….

  7. Anak Nusantara

    menyuap pejabat sudah biasa…kini mereka mencoba menyuap Tuhan….

  8. jimmy

    Mslh Buddha bar yg mencoreng nama Buddhis msh blm kelar, kini muncul mslh baru yg ditunggangi GIB, yg notabene jg org FPI. Aneh2 aza negara ini.. Yg pantes diturunkan tu patung didlm bar yg berukuran 5 M. menistakan agama yg jls2 semua agama melarang prostitusi dan mabuk2an.

  9. Hendry

    Salam dari Tanjungbalai :
    Salut untuk bapak-bapak, ibu-ibu dan teman-teman di Solo yang telah memprakarsai
    memorandum ini.
    Terima kasih juga atas dukungan teman-teman se-Indonesia.
    Semoga Indonesia tetap jaya………..

  10. Joe

    kenapa dengan negara ini yang seakan-akan tutup telinga dengan adanya hal seperti ini….ini hal yang penting jangan dianggap remeh kalo ga kepingin negara ini hancur karena keinginan sebagian kelompok yang menganaggap dirinya paling benar…!!!
    harus segera diselesaikan lah…jangan dibiarkan berlarut-larut….Allah bless indonesia

  11. liment

    ijin share ya….

  12. Hendrik

    salam dari tanjung balai. masalah seperti ini menunjukkan peradaban orang-orang setempat. sungguh memprihatinkan sekali indonesiaku yang tercinta ini. yang katanya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. ternyata itu tidak dijunjung tinggi di kota ini. perbuatan menunjukkan nilai dari seseorang. begitulah kita menjadi tahu bagaimana sebenarnya nilai orang-orang di solo dan di tanjung bale…

  13. jossey

    apa orang-orang disana tidak memahami makna kata dari bhineka tunggal ika ? dan tidak memahami arti kata dari berbeda itu indah? mohon untuk teman-teman GIB untuk coba belajar kembali arti dari bhineka tunggal ika. dan untuk pemerintah nya NO COMENT.. *sick

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125