0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Seminar Guru BK Se-Kabupaten Boyolali

Penanganan Terhadap Siswa Bermasalah untuk Meningkatkan Prestasinya

- Timlo.net

Solo – Siswa bermasalah perlu ditangani dan diperhatikan dengan serius terutama untuk meningkatkan prestasinya. Untuk hal ini, guru Bimbingan Konseling (BK) berperan besar merangkul anak bermasalah untuk mengenal potensi dan membimbing layaknya seorang kawan.

Hal ini seperti disampaikan motivator spiritual, Seno Hadi Sumitro, yang akrab dipanggil Ki Seno, Sabtu (23/10) dalam seminar guru-guru BK se-Kabupaten Boyolali yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Kabupaten. Seminar yang bertema Cara Penanganan Siswa Bermasalah untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa” ini dihadiri oleh 40-an peserta dan berlangsung di Politeknik Indonusa.

Menurut Ki Seno, pandangan mengenai guru BK yang selama ini dianggap sebagai polisi dalam menangani anak bermasalah perlu diubah dengan cara mengubah mindset guru BK itu sendiri. Karena dengan sebuah ketidakakraban antara guru BK dan siswa malah akan semakin membuat ia tidak dapat mengembangkan potensi dalam dirinya dan hidup dalam ketakutan serta tidak memiliki apndangan hidup ke depan untuk menjadi lebih baik.

“Sesungguhnya, tidak ada anak yang dilahirkan dengan bermasalah. Hal-hal yang terjadi pada anak merupakan pengaruh dari masyarakat maupun orang tua baik secara disadari atau tidak,” ungkapnya.

Biasanya, siswa yang memiliki ketidakberesan dalam hidup sehari-harinya sehingga dapat dikatakan bermasalah akan mencari-cari sesuatu yang dapat membahagiakan dirinya. Salah satu peran guru BK adalah membantu anak-anak tersebut untuk dapat mencari jati diri mereka agar dapat mengetahui cara-cara sukses yang utuh. Untuk itu, perlu adanya manajemen dalam kehidupan

Memfokuskan pada kelebihan siswa bermasalah merupakan salah satu hal yang sangat penting. Sedangkan apabila siswa menampakkan kekurangannya, sebaiknya didekati dan ditanya dengan akrab serta bersama-sama mencari solusinya. Dengan begitu, siswa pun merasa bahwa dirinya dihargai dan bermanfaat juga bagi orang lain. Di samping itu, hasil yang didapat pun akan lebih baik seperti, siswa menjadi mempunyai tanggung jawab dan sadar akan kewajiban-kewajiban terhadap lingkungan sekitarnya.

Ia menuturkan, para guru BK harus mampu turut andil dalam mengarahkan poyensi siswa. “Setiap anak tidak perlu menjadi juara kelas. Harus dihargai pula bakat-bakat di bidang lain. Siapa tahu ia dapat mengalami kesuksesan besar di bidang yang diminatinya apabila diarahkan seacara maksimal,” paparnya.

Kini, pembentukan kesan lain terhadap guru BK sudah selayaknya dilakukan. “Yang dipanggil mulai diarahkan ke anak-anak yang berpotensi,” pungkasanya.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS