0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sajian Kopi Unik dari Paparon’s Pizza

Kopi Simpon, Cara Penyajian Unik Rasa Asik

Solo – Kopi dicampur dengan air panas dan diaduk, itu sudah biasa. Tapi, kalau kopi yang airnya berasal dari penguapan air, itu baru luar biasa. Kopi ini dinamakan Kopi Simpon. Penyajian kopi unik ini dapat anda nikmati hanya di Paparon’s Pizza.

Menurut data yang diperoleh dari Bowo Harianto, selaku Assistant Manager di Paparon’s Pizza, kopi ini berasal dari negara tetangga kita, Singapura. Konon, pemilik Paparon’s, Setya Budi Rahardjo, sering berjalan-jalan ke Singapura. Dan ketika pulang, Budi membawa oleh-oleh berupa informasi pengolahan kopi yang unik tersebut.

Dikatakan unik karena cara penyajiannya sangat berbeda dengan penyajian kopi pada biasanya. Kopi tidak langsung dicampurkan dengan air, namun keduanya dipisahkan ke dalam dua tempat yang berbeda. Di mana bagian atas berisi kopi dan di bawah berisi air.

Selanjutnya, sebuah api dengan bahan bakar spiritus dinyalakan dan diletakkan di bagian bawah alat tersebut. Gunanya adalah untuk memanaskan air sehingga air bisa mengalir ke atas. Di sinilah letak keunikkan utamanya. Sebuah analogika yang aneh ketika air mengalir ke atas seiring proses penguapan tersebut.

Air yang telah menguap tersebut lalu bercampur dengan kopi dan akhirnya menjadi satu. Setelah itu, keunikkan kembali Timlo.net temui. Kali ini, ketika air sudah bercampur dengan kopi, air kopi tersebut perlahan turun ke wadah air tersebut setelah melepas vacuum pot. Dan nantinya, vacuum pot ini menjadi pitcher konsumen untuk menuangkan kopinya.

Waktu yang dibutuhkan untuk membuat kopi tersebut hanya 10 menit saja. Dan satu pitcher, bisa dinikmati tiga orang penikmat kopi. Untuk menambah rasa mantab, Paparon’s memberikan tambahan gula dan krim Selain pelengkap, kopi ini juga menawarkan tiga pilihan rasa. Yakni Arabica, Kalosi, dan Java.

Timlo.net yang diberi kesempatan untuk mencicipi Kopi Simpon tersebut, menemukan bahwa ampas kopi yang ada memang sangat sedikit bahkan hampir tidak ada. Ini karena filter yang ada di bagian pitcher yang membuat kopi tersebut bersih dari ampas.

Bowo yang juga memimpin operasional di Paparon’s juga terkagum dengan cara pembuatan Kopi Simpon tersebut. “Cara pembuatannya unik, mungkin yang lokal juga ada, tetapi saya yakin kualitasnya berbeda”, ujar Bowo kepada portal ini. Untuk menikmati kopi ini, konsumen tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Karena untuk tiga orang, pasti harganya juga terjangkau bagi para pecinta kopi di Kota Bengawan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge