Asmindo : Pemerintah Perlu Lindungi Eksportir
Solo – Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menilai pemerintah perlu melindungi para eksportir. Ini mengingat saat ini sedang terjadi pertumbuhan nilai ekspor sehingga perlu dijaga agar perubahan nilai tukar rupiah tidak berpengaruh pada kapasitas ekspor.
Sebagaimana dikemukakan Ketua Asmindo, Ambar Tjahjono kepada sejumlah wartawan, pada Juli lalu pertumbuhan nilai ekspor mencapai 28%. Kendati demikian yang menjadi persoalan saat ini adalah penguatan nilai tukar rupiah yang mampu menghambat ekspor. Kondisi ini, kata Ambar, apabila tidak ada tindakan nyata dari pemerintah tidak mustahil nilai ekspor akan melorot.
“Juli ekspor bertambah 28%, sekarang dihantui rupiah menguat yang dapat menghambat ekspor. Ketika pemerintah tidak melakukan apa-apa niscaya ekspor akan melorot,” ujarnya di sela-sela Aqsa Living Gathering. Ambar menambahkan, ketika nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp 9500 tidak ada kendala pada ekspor. Namun, bila penguatan rupiah menembus di bawah Rp 9000 dapat dipastikan akan terjadi penurunan nilai ekspor.
Pihaknya menegaskan agar dengan pertumbuhan nilai ekspor ada good will dari pemerintah untuk mendorong para pelaku industri. Ia mencontohkan bagi para pengusaha dengan capaian omzet tertentu perlu diberikan keringanan pajak bumi dan bangunan (PBB). “Ketika furnitur naik 28% pemerintah harus mendorong, beri dong keringanan PBB bagi pelaku usaha beromzet besar,” tegasnya di Ballroom Hotel The Sunan, Kamis (21/10).
Menurut Ambar, perlunya dorongan pemerintah bagi para pelaku industri furnitur lantaran industri tersebut merupakan bidang usaha padat tenaga kerja. Dikatakannya, empat juta orang bergerak di bidang usaha furnitur.
Diungkapkan Ambar, pada semester ini pertumbuhan ekspor mebel dan kerajinan mencapai 28% dengan nilai 2,65 milliar dollar Amerika. Harapannya terjadi kenaikan hingga 30% dengan nilai 3 milliar dollar Amerika.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Juwangi Jadi Sasaran TMMD
- Bus kok Numpaki Pembatas Jalan?
- Pengedar Ganja Diringkus
- Inilah, Ikrar Para Penjual Ciu
- Buku “Kisah Menarik Masa Kecil Pa...
- DPRD Keberatan Dengan Keringanan Re...
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh
Berita Terpopuler
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu
- Terlalu Manja, Impian Masuk IPL...
- Car Free Day kok Sepi?
- Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...