0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Banjir Ancam 8 Desa di Bayat

Pemcam Bayat Desak Normalisasi Kali Dengkeng

- Timlo.net
Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto

Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto

Sampah menumpuk di alur Kali Dengkeng

Klaten – Menyusul seringnya turun hujan akhir-akhir ini membuat masyarakat di bantaran Kali Dengkeng, Kecamatan Bayat, Klaten was-was. Pasalnya, luapan banjir dari Kali Dengkeng bisa mengancam pemukiman warga di delapan desa di wilayah itu.

“Di wilayah Kecamatan Bayat, sedikitnya ada delapan desa yang menjadi langganan banjir akibat dari lupan Kali Dengkeng setiap musim penghujan tiba,” ujar Camat Bayat, Edi Purnomo, Selasa (6/11).

Edi menyebutkan, kedelapan desa rawan banjir diantaranya Desa Jotangan, Krikilan, Tawangrejo, Kebon, Wiro, Belok, Talang dan Paseban. Dari delapan desa itu, yang paling besar populasi penduduknya di Desa Krikilan dan Paseban.

“Guna mengantisipasi agar banjir Kali Dengkeng tidak meluap ke pemukiman, kami sudah membuat tanggul sementara dengan menggunakan 2.500 sak yang berisi pasir bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Mengingat Kali Dengkeng berada dalam kewenangan BBWSBS,” kata Edi.

Agar tanggul tidak jebol terkena banjir, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Bayat juga mengusulkan ke BBWSBS untuk menormalisasi kembali Kali Dengkeng. Sebab, saat ini kondisi sungai semakin dangkal karena banyaknya tumpukan pasir dan sampah.

“Kami sudah mengusulkan adanya normalisasi. Sebab warga tidak mampu jika normalisasi secara mandiri,” ujarnya.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS