0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Peneliti: Suplemen Minyak Ikan Tak Mencegah Stroke

- Timlo.net
Dok:Timlo.net/Google Images.

Dok:Timlo.net/Google Images.

Suplemen minyak ikan.

Timlo.net — Menurut para peneliti Cambridge, United Kingdom, dua hingga empat porsi minyak ikan seminggu bisa mengurangi resiko terkena stroke hingga enam persen dan mengkonsumsi lebih dari lima saji per minggu menawarkan sebuah efek perlindungan serupa yang didapat dari statin yaitu obat yang digunakan untuk mengurangi kadar kolesterol.

Tuna, salmon dan mackerel adalah ikan kaya asam lemak omega 3, dan banyak orang mengkonsumsi suplemen omega 3 dengan harapan mendapat manfaat dari efek kesehatan yang ditawarkan ikan-ikan ini.

Tapi sayangnya, belum ada bukti bahwa suplemen minyak ikan bisa mencegah stroke, demikian kata para peneliti, yang berpendapat bahwa ada banyak kandungan nutrisi pada ikan yang membuat binatang air ini bermanfaat untuk kesehatan.

Rajiv Chowdhury, dari departemen kesehatan umum di Universitas Cambridge, menganalisa 38 penelitian yang melibatkan 800 ribu orang dari 15 negara. Dia menemukan bahwa mereka yang memakan ikan secara konsisten terlindungi dari stroke. “Enam persen mungkin terlihat kecil, tapi jika Anda berpikir mengenai seberapa umum (stroke) terjadi, maka angka ini bisa diterjemahkan sebagai sesuatu yang bermanfaat untuk sebuah populasi berskala besar,” kata Dr Chowdhury pada The Times.

“Hal ini berarti pencegahan stroke untuk satu kasus per 500 individu jika mereka semua makan ikan dua atau tiga kali per minggu. Jika Anda memakan lima atau lebih sajian ikan per minggu maka Anda meningkatkan pengurangan resiko hingga 12 persen. Dan ini serupa dengan intervensi farmasi dari statin atau aspirin,” terang Dr Chowdhury.

Secara kontrast, 12 percobaan terhadap orang yang mengkonsumsi suplemen omega 3 tidak bisa menemukan efek perlindungan terhadap stroke, demikian laporan yang dibuat Dr Chowdhury dan rekan-rekannya dalam jurnal British Medical. Dia mengatakan bahwa terlalu awal untuk menyimpulkan bahwa suplemen itu tidak berguna. Selain itu bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa suplemen omega 3 mungkin memperbaiki fungsi kognitif dan menolong mengatasi diabetes.

Dia menambahkan: “Sangat menolong bila masyarakat tahu apakah kita perlu menggunakan pendekatan berbasis makanan atau berbasis nutrisi. Memang kelihatannya nutrisi dari makanan lebih bermanfaat. Ikan pada umumnya merupakan sebuah pilihan yang lebih baik bila dilihat dari tingkat bukti yang terbaru. Kami percaya bahwa di dalam ikan tidak hanya terdapat lemak omega 3 tapi nutrisi baik lainnya-vitamin D, selenium dan lain-lain-yang bermanfaat.”

Selain itu memakan ikan berarti orang makan lebih sedikit daging merah, atau dengan kata lain memiliki pola makan yang lebih sehat. Memang ikan dan minyaknya bermanfaat bagi kesehatan, tapi cara memasaknya juga perlu diperhatikan. Apalagi ternyata menggoreng ikan cenderung mengurangi semua manfaat kesehatan yang terdapat pada ikan.

 

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS