• Rabu, 23 Mei 2012
Sudut Pura Mangkunegaran

Rekso Pustoko, Perpustakaan Mangkunegoro IV

Indro Nursito - Timlo.net
Sabtu, 2 Oktober 2010 | 20:28 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Indro
Rekso Pustoko Mangkunegaran

Solo – Pura Mangkunegaran, pecahan dari Keraton Kasunanan Surakarta ternyata memiliki kumpulan sejarah yang begitu banyak. Oleh karena itu, Sri Mangkunegoro IV membuat sebuah perpustakaan yang disebut Rekso Pustoko.

Perpustakaan Rekso Pustoko didirikan Mangkunegoro IV pada tanggal 11 Agustus 1876. Bangunan perpustakaan Rekso Pustoko berada di bangunan sisi timur Pura Mangkunegaran. Menempati ruang bagian ujung sebelah utara dan berada di lantai dua.

Menaiki lantai dua bangunan perpustakaan, pengunjung harus menaiki tangga yang terbuat dari kayu jati. Di ujung tangga sebelah kanan berada perpustakaan Rekso Pustoko. Ruang dengan ukuran kira-kira 6 x 13 meter dengan lantai kayu jati dipenuhi buku-buku yang berumur rata-rata 100 tahun.

Bagian dinding dipajang foto-foto keluarga dari pemerintah Mangkunegoro. Berjejer lemari dan rak yang penuh dengan buku-buku kuno. Buku-buku koleksi perpustakaan Rekso Pustoko berasal dari berbagai negara dan bahasa. Ada buku dalam bahasa Belanda, Inggris, Jepang, Perancis dan Jerman. Berbagai macam buku Bahasa Jawa pun banyak ditemukan di sana. “Ada sekitar 6.000 judul buku yang ada di perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran. Sebagian besar buku yang ada tersebut berumur kira-kira 100 tahun,” jelas Darweni, staf perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran kepada Timlo.net Sabtu (2/10).

Berbagai macam kategori buku yang dimiliki perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran antara lain adalah piwulang (ajaran-red), sejarah, sastra, wayang, menak, karawitan, tari, adat istiadat, primbon, dongeng, batik, pariwisata, hukum, ekonomi, pertanian, kesehatan, dan flora fauna. Beberapa buku tentang Pura Mangkunegaran juga banyak ditemui, antara lain sejarah Mangkunegoro dan keluarga, silsilah Mangkunegaran, hukum dan pemerintahan Swapraja Mangkunegaran, ekonomi Mangkunegaran, daerah Swapraja Mangkunegaran, Legiun Mangkunegaran, serta berbagai karya tulis dari Mangkunegoro.

Buku tahun 1835 seperti Babad Panambangan, Babad Mataram, Babad Itih, Babad Giyanti, syair, dan puisi-puisi masih tersimpan rapi. “Selain buku, terdapat juga ribuan foto-foto dokumentasi dari berbagai tahun dan peristiwa, juga arsip-arsip penting mengenai sejarah Mangkunegaran dan sebagainya,” tambah Amik, staf dokumentasi Rekso Pustoko Mangkunegaran.

         

Berita Terkait

Komentar

  1. Utomo

    BAGAIMANA BISA MENDAPATKAN BUKU-BUKU BABAD PANAMBANGAN,BABAD MATARAM, BABAD GIYANTI? APAKAH SUDAH ADA YANG DITERBITKAN DIMANA KAMI BISA MEMBELINYA ?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm