Rekso Pustoko, Perpustakaan Mangkunegoro IV
Solo – Pura Mangkunegaran, pecahan dari Keraton Kasunanan Surakarta ternyata memiliki kumpulan sejarah yang begitu banyak. Oleh karena itu, Sri Mangkunegoro IV membuat sebuah perpustakaan yang disebut Rekso Pustoko.
Perpustakaan Rekso Pustoko didirikan Mangkunegoro IV pada tanggal 11 Agustus 1876. Bangunan perpustakaan Rekso Pustoko berada di bangunan sisi timur Pura Mangkunegaran. Menempati ruang bagian ujung sebelah utara dan berada di lantai dua.
Menaiki lantai dua bangunan perpustakaan, pengunjung harus menaiki tangga yang terbuat dari kayu jati. Di ujung tangga sebelah kanan berada perpustakaan Rekso Pustoko. Ruang dengan ukuran kira-kira 6 x 13 meter dengan lantai kayu jati dipenuhi buku-buku yang berumur rata-rata 100 tahun.
Bagian dinding dipajang foto-foto keluarga dari pemerintah Mangkunegoro. Berjejer lemari dan rak yang penuh dengan buku-buku kuno. Buku-buku koleksi perpustakaan Rekso Pustoko berasal dari berbagai negara dan bahasa. Ada buku dalam bahasa Belanda, Inggris, Jepang, Perancis dan Jerman. Berbagai macam buku Bahasa Jawa pun banyak ditemukan di sana. “Ada sekitar 6.000 judul buku yang ada di perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran. Sebagian besar buku yang ada tersebut berumur kira-kira 100 tahun,” jelas Darweni, staf perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran kepada Timlo.net Sabtu (2/10).
Berbagai macam kategori buku yang dimiliki perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran antara lain adalah piwulang (ajaran-red), sejarah, sastra, wayang, menak, karawitan, tari, adat istiadat, primbon, dongeng, batik, pariwisata, hukum, ekonomi, pertanian, kesehatan, dan flora fauna. Beberapa buku tentang Pura Mangkunegaran juga banyak ditemui, antara lain sejarah Mangkunegoro dan keluarga, silsilah Mangkunegaran, hukum dan pemerintahan Swapraja Mangkunegaran, ekonomi Mangkunegaran, daerah Swapraja Mangkunegaran, Legiun Mangkunegaran, serta berbagai karya tulis dari Mangkunegoro.
Buku tahun 1835 seperti Babad Panambangan, Babad Mataram, Babad Itih, Babad Giyanti, syair, dan puisi-puisi masih tersimpan rapi. “Selain buku, terdapat juga ribuan foto-foto dokumentasi dari berbagai tahun dan peristiwa, juga arsip-arsip penting mengenai sejarah Mangkunegaran dan sebagainya,” tambah Amik, staf dokumentasi Rekso Pustoko Mangkunegaran.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Juwangi Jadi Sasaran TMMD
- Bus kok Numpaki Pembatas Jalan?
- Pengedar Ganja Diringkus
- Inilah, Ikrar Para Penjual Ciu
- Buku “Kisah Menarik Masa Kecil Pa...
- DPRD Keberatan Dengan Keringanan Re...
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh
Berita Terpopuler
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
BAGAIMANA BISA MENDAPATKAN BUKU-BUKU BABAD PANAMBANGAN,BABAD MATARAM, BABAD GIYANTI? APAKAH SUDAH ADA YANG DITERBITKAN DIMANA KAMI BISA MEMBELINYA ?