0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Upacara Sumpah Pemuda, Pelajar Kenakan Pakaian Adat

- Timlo.net
dok.timlo.net/agung

dok.timlo.net/agung

Peringati Sumpah Pemuda, peserta upacara dari pelajar memakai pakaian adat dari berbagai propinsi di Indonesia, Minggu (28/10) pagi.

Sragen – Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke – 84 tahun 2012 Kabupaten Sragen berlangsung di halaman Kantor Setda Sragen, Minggu (28/10). Berbeda degan upacara pada umumnya, kali ini sebagian perserta upacara memakai pakaian adat dari berbagai daerah di Tanah Air.

Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir dalam upacara kali ini di antaranya Wakil Bupati Daryanto, jajaran Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Sragen dan Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Sragen. Upacara juga diikuti berbagai Ormas kepemudaan, Organisasi wanita, pelajar dan mahasiswa.

Tema peringatan Sumpah Pemuda tahun ini adalah ‘Dengan Sumpah Pemuda, Kita Mantapkan Kemandirian, Kreativitas dan Identitas Kebangsaan Menuju Komunitas ASEAN 2012’. Dalam sambutannya bupati membacakan amanat Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng.

Menurut Menpora, tema Sumpah Pemuda tersebut membawa pesan kepada kita semua, khususnya pemuda, perlu memantapkan tekad untuk terus mempertahankan kemandirian dan kreativitas sembari membangun identitas kebangsaan yang lebih kokoh dan bermartabat. Dan tekad tersebut telah dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bangsa Indonesia dengan pasti telah menapak jalan sejarahnya sesuai dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda, Pancasila dan UUD 1945.

Menpora mengingat, pada tahun 2015 Indonesia memasuki era Komunitas ASEAN, yang meliputi komunitas keamanan, ekonomi dan sosial budaya. Dalam era tersebut mau tidak mau mengharuskan kita untuk mampu bekerja sama secara terbuka dalam mengelola arus barang, jasa maupun orang dan menuntut kesiapan kita untuk bekerjasama dengan berbagai komunitas dari berbagai negara di ASEAN.

Sementara itu, Bupati Agus juga mengingatkan kepada kaum muda Sragen untuk gemar membaca buku, di mana pun dan kapanpun. Karena dengan membaca kita akan bisa merekayasa masa depan sebuah bangsa. Selain itu Bupati juga berharap agar para pelajar tidak hanya melakukan upacara sumpah pemuda sebagai simbolis pluralisme dengan memakai pakaian adat. Tetapi lebih kepada tekad untuk bertanah air, berbangsa dan bahasa satu.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS