0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Parkir Liar dan PKL di Sragen Ditertibkan

- Timlo.net
dok.timlo.net/agung

dok.timlo.net/agung

Petugas gabungan menertibkan parkir liar yang berada di Jalan Ade Irma Suryani, Sragen, Senin (29/10) pagi.

Sragen – Aparat gabungan dari Satpol PP, Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) mengadakan razia sejumlah tempat di Kota Sragen, Senin (29/10) pagi. Sasaran dari razia ini adalah parkir liar, spanduk dan papan iklan tidak resmi dan pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di sepanjang Jalan Raya Sukowati, Kota Sragen.

Ketika berada di Jalan Ade Irma Suryani, tepatnya di belakang Kantor Setda Sragen, aparat menertibkan sejumlah spanduk dan papan iklan tidak resmi di pertokoan dan tempat usaha yang masih menempelkan spanduk liar di pinggir jalan. Tidak hanya itu petugas Satpol PP yang dipimpin Kasi Operasi dan Pengendalian, Sukamto juga mengangkut puluhan sepeda milik siswa SMP Negeri 2 Sragen yang diparkir di atas trotoar.

Sukamto menolak mengatakan kalau razia yang dilakukan bersama BLH dan Dishubkominfo tersebut adalah dalam rangka penilaian Adipura Kabupaten Sragen tahun 2013. Dia menegaskan kalau yang dilakukan adalah penertiban yang dilakukan secara rutin.

“Ini adalah penertiban rutin yang kita lakukan terhadap PKL, parkir dan spanduk di Kota Sragen,” kata Sukamto kepada Timlo.net.

Salah satu pemilik rental Internet Gravity, Hary (24) mengaku tidak masalah bila petugas melepas spanduk yang dipasang di depan usahanya. Cuma saja menurut dia petugas sebaiknya memberikan semacam peringatan atau pemberitahuan terlebih dahulu. “Saya tidak masalah spanduk saya dilepas. Mau gimana lagi, kalau dilihat dari tempat, ini adalah satu-satunya tempat yang strategis,” kata Hary yang telah mengontrak tempat tersebut selama 5 tahun.

Sementara itu ditemui secara terpisah Kepala Satpol PP Sragen Sri Budi Dharmo, mengatakan, penertiban yang dilakukan adalah berdasarkan Permendagri No 41 tahun 2012 tentang Pedoman Penataadan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Menurut Budi penertiban ini dilakukan sekaligus untuk memberikan pembelajaran terhadap masyarakat untuk mematuhi peraturan agar tidak membuka tempat usaha di tempat-tempat yang bukan peruntukannya.

“Ini untuk pembelajaran kepada masyarakat untuk mematuhi agar fasilitas umum itu tidak digunakan untuk jual beli yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” kata Budi kepada wartawan.

Dari hasil razia yang dilakukan, kata Budi, aparat gabungan berhasil membawa puluhan spanduk dan menggaruk 4 PKL yang berada di sekitar RSUD dr Soehadi Prijonagoro, Sragen.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS