118 Tutor PAUD Terima Dana Insentif Provinsi
Solo – Dana insentif dari provinsi sebesar Rp 150.000,00 per bulan untuk 5000 tutor yang mengajar di Pendidikan anak Usia Dini (PAUD) murni se-Jawa Tengah telah cair dan telah diterimakan kepada tutor-tutor pada 22-23 September 2010 lalu. Dibandingkan tahun lalu, besaran dana tahun ini meningkat Rp 50.000,00.
Yang termasuk dalam PAUD murni di antaranya Playgroup, Posyandu PAUD (Pos PAUD), dan Tempat Penitipan Anak (TPA). Kuota 5000 tutor tersebut dibagi untuk 35 kabupaten/kota. Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) mengumpulkan tutor-tutor tersebut lewat himpunan PAUD Indonesia (Himpaudi) Surakarta. “Dana ini merupakan program dari pemerintah provinsi,” ujar kepala seksi PAUD dan Kesetaraan, Waliyono, Jumat (24/9).
Dari total 400 tutor PAUD di Solo, kuota 118 untuk Solo dapat dipenuhi oleh tutor-tutor yang memenuhi syarat, antara lain masa kerja, pengalaman kerja, dan dedikasi. Sebanyak 20 tutor berasal dari Kecamatan Pasar Kliwon, 31 dari Kecamatan Jebres, 8 dari Kecamatan Serengan, 30 dari Kecamatan Laweyan, dan 29 dari Kecamatan Banjarsari.
Waliyono menjelaskan, tutor yang menerima dana tersebut sebelumnya dibuatkan Surat Keterangan (SK) terkait dengan penerimaan dana tersebut. SK tersebut kemudian dikirimkan ke provinsi beserta proposal agar anggaran tersebut dapat ditransfer ke rekening anggaran keuangan Pemerintah Kota (Pemkot). Selain itu, dipersiapkan juga Surat Perintah Membayar (SPM) untuk Pemkot sebagai data tutor-tutor yang berhak menerima dana tersebut. “Mekanisme pencairannya langsung di Dinas Dikpora bagian Pendidikan Non Formal (PNF) dengan menunjukkan KTP asli. Jadi, dana tersebut langsung berpindah tangan ke tutor bersangkutan,” lanjutnya.
Dalam setahun, pencairan dilakukan dua kali. Tahap I untuk periode Januari-Juni dan tahap II untuk periode Juli-Desember plus gaji ke-13. “Untuk tahap II juga sudah siap Surat Perintah Membayar (SPM), direncanakan dana bisa cair November mendatang,” katanya.
Dengan adanya dana ini, pihaknya berharap agar tutor-tutor semakin semangat dalam meningkatkan potensi PAUD di Indonesia khususnya Kota Solo. “Gaji tutor PAUD tergantung pada kemampuan yayasan karena seluruhnya bersifat swasta maka Dinas Dikpora hanya memiliki kapasitas untuk membina. Bahkan beberapa tutor tidak bergaji karena untuk POS PAUD, berdiri atas inisiatif dan pengabdian ibu-ibu PKK terhadap dunia pendidikan,” paparnya.
Pihaknya juga menginginkan agar tahun-tahun berikutnya kuota dapat bertambah. Sehingga otomatis kuota untuk tutor di Kota Solo yang dapat menerima dana tersebut semakin banyak pula.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Juwangi Jadi Sasaran TMMD
- Bus kok Numpaki Pembatas Jalan?
- Pengedar Ganja Diringkus
- Inilah, Ikrar Para Penjual Ciu
- Buku “Kisah Menarik Masa Kecil Pa...
- DPRD Keberatan Dengan Keringanan Re...
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh
Berita Terpopuler
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu
- Terlalu Manja, Impian Masuk IPL...
- Car Free Day kok Sepi?
- Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
saya sangat mendukung program ter sebut ,tapi mengapa hal tersebut tidak ber laku bagi karyawan /pak bon padahal mereka kan satu kesatuan juga dengan guru ,malah kadang2 gaji mereka minim sekali ,tlg mereka jg di pikir kan ,mereka pun tdk klh penting dlm kegiatan belajar mengajar. by mahbub ikhsan ,PLAY GROUP MA"HAD ISLAM.
Oh ..ya bapak/ibu yg terhoemat ,mreka jg warga negara indonesia jg lho yg mempunyal hak dan kewajiban yg sama juga.