0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Ingin Lebih Beringas Pada Situasi Sosial

Sosiawan Leak Bakal Ikuti  Pertemuan Sastra Internasional

- Timlo.net

Solo – Sosiawan Leak, penyair dan sastrawan asal Solo masih tetap eksis di dunia sastra. Pria asal Solo yang pernah menjadi sutradara di Teater Peron dan  Kelompok Teater Thoekoel ini bakal turut serta dalam beberapa event Internasional, seperti Ubud Writers & Readers Festival (2010), Diskusi Sastra Karya Nietzsche (2011), Festival "Poetry On The Road" Bremen (2011).

Menurutnya ada 144 sastrawan yang berasal dari 24 negara yang hadir dalam event Ubud Writers & Readers Festival di Ubud Bali mendatang, selain itu di bulan Februari 2011 mendatang, ia akan mengikuti Diskusi Sastra Karya Nietzsche yang didukung oleh Goethe Institut Jakarta, dan terakhir adalah event yang diselenggarakan oleh Internationale Literatur festival Bremen, Hochschule Bremen dan Radio Bremen bertajuk Festival "Poetry On The Road" Bremen, di Jerman. Acara ini bakal dihelat bulan Juni (2011) mendatang.

“Saat ini saya tengah mempersiapkan diri untuk memulai masuk dalam pergaulan sastra internasional, yang nantinya akan diharapkan mampu melahirkan kerjasama dengan sastrawan asing.  Setidaknya ada tiga pertemuan internasional yang akan saya ikuti, yakni Ubud Writers & Readers Festival (5-11 Oktober 2010), Diskusi Sastra Karya Nietzsche (14-18 Februari2011), dan terakhir Festival "Poetry On The Road" Bremen (Juni 2011),” paparnya kepada Timlo.net via telepon.

Pria yang hari ini genap berusia 43 tahun, berharap untuk lebih tanggap dalam menghadapi situasi perkembangan sosial. “Diusia saya yang sudah 43 tahun ini saya berharap untuk tetap beringas dalam menghadapi segala situasi  perkembangan sosial di negara kita ini,” ujarnya.

Berdasarkan penuturannya karya-karya yang telah ia telorkan merupakan bentuk pengamatan yang kemudian mengarah pada permenungan yang melahirkan dialektika pemikiran masyarakat. “Prosesnya adalah lewat pengamatan, yang kemudian dianalisis dengan berbagai teori selanjutnya harus bisa menemukan jalan untuk melakukan permenungan. Dari sini kita bisa meletakkan diri harus bersikap seperti apa,” paparnya.

Banyak karya yang sudah dilahirkan Sosiawan Leak, diantaranya Tonil Klosed (Kloearga Sedjahtra) dengan Wek-wek (1998), Photo Keluarga dan Pilihan Lurah (1999), Orang Kasar & Gendhon (2000), BOM & Raja Terjungkal (2001), Laplip & Stalitigaoeang (2002), Pisau (2004), Age Mengker & Wajah Sebuah Vagina (2005), Ronggeng Dukuh Paruk (2006), Overdosis & Verboden (2007), Sikep (2008), Bah (2009) dan Malaikat Kakus (2009).

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS