• Rabu, 23 Mei 2012
Puncak Syawalan, Kirab Ki Ageng Pemanahan pun Digelar

Berebut Gunungan di Taman Balekambang

Andi Penowo - Timlo.net
Sabtu, 18 September 2010 | 01:53 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Bram
Masyarakat Berebut Gunungan dalam puncak pekan syawalan Kirab Ki Ageng Pemanahan di Taman Balekambang

Solo – Ada yang unik di Taman Balekambang pada Jumat (17/9) siang. Tak seperti acara syawalan sebelumnya, sekitar pulul 03.00 WIB sore, masyarakat saling berebut gunungan.

Puluhan orang pria maupun wanita saling berebut gunungan saat prosesi Kirab Ki Ageng Pemanahan di pelataran Taman Balekambang. Gunungan setinggi sekitar satu meter berupa buah-buahan seperti nanas, jeruk, pisang, salak, apel dan ketimun, ludes jadi bahan rebutan masyarakat. Ini merupakan peristiwa yang tidak biasa karena salah satu rangkaian acara syawalan ini baru kali pertama dihelat oleh pihak pengelola Taman Balekambang.

Puncak acara syawalan pada Jumat siang itu mengambil tema Kirab Ki Ageng Pemanahan. Kirab menceritakan tentang perjalanan Ki Ageng Pemanahan beserta Raden Sutawijaya dari Pajang menuju Mentaok yang terhenti di suatu tempat. Perjalanan tersebut memiliki misi membuka Hutan Mentaok, hadiah dari Sultan Hadiwijaya.

Pemberhentian dimaksudkan untuk mencari dukungan masyarakat sekitar Pajang dengan cara membagi ilmu dan hasil bumi. Namun pemberhentian itu mendapat halangan dari para perampok.

Singkat cerita, terjadi pertarungan antara rombongan Ki Ageng Pemanahan dengan perampok yang dimenangkan rombongan Ki Ageng Pemanahan. Untuk mencari simpati, Ki Ageng Pemanahan membagikan hasil bumi kepada masyarakat. Ki Ageng Pemanahan pun akhirnya mendapat simpati hingga akhirnya pesanggrahan Ki Ageng Pemanahan diabadikan menjadi nama sebuah desa yaitu Manahan.

Koordinator Kirab, Tatak Prihantoro, di hadapan wartawan menyampaikan, diangkatnya Ki Ageng Pemanahan dalam acara pekan syawalan karena di sekitar kompleks Manahan terdapat petilasan Ki Ageng Pemanahan. “Adapun perebutan gunungan merupakan gambaran dari sosok Ki Ageng Pemanahan yang selalu membagi hasil bumi dan ilmu ke mana saja,” ujarnya.

Senada dengan Totok, Ketua Pelaksana Pekan Syawalan sekaligus Kepala UPTD Kawasan Wisata Taman Balekambang, Dra Endang Sri Murniati kepada Timlo.net, mengungkapkan, tema yang diambil adalah Kirab Ki Ageng Pemanahan lantaran kebetulan banyak terdapat petilasan Ki Ageng Pemanahan di Manahan. Salah satu petilasannya adalah sumber mata air di Depok.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm