Berebut Gunungan di Taman Balekambang
Solo – Ada yang unik di Taman Balekambang pada Jumat (17/9) siang. Tak seperti acara syawalan sebelumnya, sekitar pulul 03.00 WIB sore, masyarakat saling berebut gunungan.
Puluhan orang pria maupun wanita saling berebut gunungan saat prosesi Kirab Ki Ageng Pemanahan di pelataran Taman Balekambang. Gunungan setinggi sekitar satu meter berupa buah-buahan seperti nanas, jeruk, pisang, salak, apel dan ketimun, ludes jadi bahan rebutan masyarakat. Ini merupakan peristiwa yang tidak biasa karena salah satu rangkaian acara syawalan ini baru kali pertama dihelat oleh pihak pengelola Taman Balekambang.
Puncak acara syawalan pada Jumat siang itu mengambil tema Kirab Ki Ageng Pemanahan. Kirab menceritakan tentang perjalanan Ki Ageng Pemanahan beserta Raden Sutawijaya dari Pajang menuju Mentaok yang terhenti di suatu tempat. Perjalanan tersebut memiliki misi membuka Hutan Mentaok, hadiah dari Sultan Hadiwijaya.
Pemberhentian dimaksudkan untuk mencari dukungan masyarakat sekitar Pajang dengan cara membagi ilmu dan hasil bumi. Namun pemberhentian itu mendapat halangan dari para perampok.
Singkat cerita, terjadi pertarungan antara rombongan Ki Ageng Pemanahan dengan perampok yang dimenangkan rombongan Ki Ageng Pemanahan. Untuk mencari simpati, Ki Ageng Pemanahan membagikan hasil bumi kepada masyarakat. Ki Ageng Pemanahan pun akhirnya mendapat simpati hingga akhirnya pesanggrahan Ki Ageng Pemanahan diabadikan menjadi nama sebuah desa yaitu Manahan.
Koordinator Kirab, Tatak Prihantoro, di hadapan wartawan menyampaikan, diangkatnya Ki Ageng Pemanahan dalam acara pekan syawalan karena di sekitar kompleks Manahan terdapat petilasan Ki Ageng Pemanahan. “Adapun perebutan gunungan merupakan gambaran dari sosok Ki Ageng Pemanahan yang selalu membagi hasil bumi dan ilmu ke mana saja,” ujarnya.
Senada dengan Totok, Ketua Pelaksana Pekan Syawalan sekaligus Kepala UPTD Kawasan Wisata Taman Balekambang, Dra Endang Sri Murniati kepada Timlo.net, mengungkapkan, tema yang diambil adalah Kirab Ki Ageng Pemanahan lantaran kebetulan banyak terdapat petilasan Ki Ageng Pemanahan di Manahan. Salah satu petilasannya adalah sumber mata air di Depok.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Juwangi Jadi Sasaran TMMD
- Bus kok Numpaki Pembatas Jalan?
- Pengedar Ganja Diringkus
- Inilah, Ikrar Para Penjual Ciu
- Buku “Kisah Menarik Masa Kecil Pa...
- DPRD Keberatan Dengan Keringanan Re...
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh
Berita Terpopuler
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu
- Terlalu Manja, Impian Masuk IPL...
- Car Free Day kok Sepi?
- Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...