0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Rama Aipama: Perlu Inovasi untuk Kemajuan Keroncong

- Timlo.net
Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik

Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik

Rama Aipama, pelantun tembang "Dinda Bestari"

SoloSolo Keroncong Festival (SKF) 2012 di Pasar Triwindu, Ngarsopuro, Sabtu (16/9) malam menampilkan penyanyi eksentrik era tahun ’80-’90, Rama Aipama. Diiringi Orkes Keroncong Pesona Jiwa Jakarta pimpinan Koko Thole, penyanyi yang tenar dengan lagu Dinda Bestari tersebut menghibur penonton dengan turun langsung dari panggung. Penyanyi dengan kostum khas ini juga membawakan lagu Kota Solo diikuti segenap penonton.

Ditemui setelah pementasan, Rama Aipama mengatakan musik keroncong mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan musik yang lain. Dirinya sangat menikmati membawakan musik keroncong. “Saya sangat nyaman membawakan musik keroncong,” ungkapnya.

Sebelum albumnya meledak, lanjut Rama, dirinya sempat bingung untuk memilih genre musik. Waktu itu dirinya ingin memilih genre musik dangdut, namun terlalu banyak pesaing. Begitu pula dengan genre lagu pop. Tapi akhirnya dirinya melirik genre keroncong sebab dilihatnya jalur keroncong ini masih jarang pesaing. Hingga terciptalah album yang terjual sekitar 3 juta copy deengan hits singglenya Dinda Bestari. “Saya bingung dulu memilih genre musik saya, mau ke pop dan dangdut sudah banyak pesaing, tapi di keroncong seperti jalur tol, masih jarang pesaingnya,” paparnya.

Dirinya menyarankan, untuk kemajuan keroncong kedepan perlu adanya inovasi dan terobosan-terobosan yang cukup signifikan. Seperti yang dilakukannya dulu. Dengan menggunakan pakaian model jubah, topi lebar serta berkacamata maka orang akan memandang lain. Tidak seperti musik keroncong biasa yang dibawakan sangat kaku. “Dengan terobosan dan inovasi yang signifikan bisa membawa musik keroncong sejajar dengan musik-musik kontemporer saat ini,” paparnya.

Rama berharap melalui even-even keroncong yang digelar nantinya bisa menumbuhkan bibit baru terutama di dunia musik keroncong. Disamping itu, juga akan menghasilkan jenis-jenis keroncong baru, sehingga keroncong bisa terus dikembangkan. “Melalui even-even seperti ini nantinya bisa menumbuhkan bibit baru dan melahirkan aliran musik keroncong lainnya,” pungkasnya.



Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS