0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

43 Pusaka Museum Radya Pustaka Diinventarisir

(Ilustrasi) Keris (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Museum Radya Pustaka Solo melakukan inventarisasi sejumlah pusaka yang selama ini belum terinventarisasi. Komite Museum Radya Pustaka, Sanjata BA mengatakan, pusaka yang diinventarisasi sebanyak 43 buah, di antaranya keris, pedang dan tusuk konde.

“43 pusaka itu sudah lama. Hanya selama ini belum terinventarisasi karena pihak museum sendiri kurang mengetahuinya. Selama ini hanya tersimpan di koper dalam lemari tanpa mengetahui isinya,” ujar Sanjata kepada Timlo.net, Selasa (11/9) di Museum Radya Pustaka Solo.

Tujuan dari inventarisasi sendiri adalah agar diketahui tangguh, pamor, tanjeg, bentuk material, ciri besi yang dipakai dari pusaka tersebut.  Dengan demikian masyarakat umum mengetahui informasi tentang pusaka itu secara benar. “Tidak hanya 43 pusaka itu yang akan diinventarisasi. Pusaka lainnya akan diinventarisasi ulang, mengingat banyak yang salah,” ujar Sanjata.

Proses inventarisasi sendiri dilakukan oleh beberapa orang dari Program Studi Keris Institut Seni Indonesia (ISI) Solo dan juga dari Paguyuban Tosan Aji Pasopati.

Kepala Program Studi Keris ISI Joko Suryono mengatakan, dari inventarisasi sementara, diketahui beberapa keris koleksi Museum Radya Pustaka di antaranya merupakan keris  tangguh (taksiran masa pembuatan –Red) jaman Majapahit. Sedangkan untuk pedang merupakan pedang pendek yang pada masa itu disesuaikan postur orang Jawa waktu itu. “Pedangnya tidak panjang seperti pedang Eropa atau Jepang, karena disesuaikan postur orang Jawa,” ujar Joko di sela proses inventarisasi.

Sedangkan Tusuk Konde, tambah Joko, merupakan senjata prajurit perempuan yang juga berfungsi sebagai tusuk konde rambut wanita.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge