• Rabu, 23 Mei 2012
Syukuran Dompet Kemanusiaan

Salsabila dan Yoana Alami Kemajuan Pesat

Cornelia Niar Riani - Timlo.net
Selasa, 31 Agustus 2010 | 21:10 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/niar
keluarga Yoana. (30/8)

Solo – Dompet Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI), Senin (30/8) mengadakan acara buka bersama di Ndalem Cokrosoekarnan, Laweyan sekaligus sebagai acara syukuran Salsabila Syifa Az-Zahra (1) yang telah berhasil menjalani operasi pembuatan anus dan Theresia Yoana Faska (21) yang mengalami tabrak lari kira-kira 1 tahun yang lalu, kini telah bisa menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan.

Kedua anak tersebut merupakan pasien yang dibantu pengobatannya oleh dompet kemanusiaan PMI di antara 5 anak lain yang sedang dalam proses pengobatan juga. Seperti diberitakan sebelumnya, Salsabila merupakan bayi yang terlahir tanpa anus. Setelah didanai oleh dompet kemanusiaan, ia berhasil dioperasi untuk membuat lubang anus di perutnya. Beberapa waktu lalu, ia telah menjalani operasi lagi untuk pembuatan anus dan pada 27 Agustus 2010 lalu bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang pertama, ia diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Kini, Salsabila telah dapat buang air besar (BAB) secara normal. “Sekarang Salsabila sudah menjadi normal seperti anak-anak lain, jadi lebih ceria dan aktif. Ia selalu mengajak untuk belajar berjalan,” kata Atik Saptowanti (30), ibu Salsabila.

Berbeda dengan Salsabila, Yoana mengalami kecelakaan 18 bulan yang lalu di Jalan Adisucipto. Ia mengalami patah tulang kaki kiri dan kanan. Tangan kirinya juga mengalami dislokasi dan sempat lumpuh beberapa waktu. Saat ini, kaki kirinya tidak memiliki tempurung lutut karena hancur saat kecelakaan. Lututnya juga pernah mengalami infeksi karena terlalu banyak kuman yang masuk. Memasuki bulan yang ke-18 ia baru bisa berjalan tertatih-tatih menggunakan tongkat setelah sebelumnya hanya dapat terbaring. Dalam kurun waktu 18 bulan tersebut, 6 bulan di antaranya ia tidak mengalami perawatan sama sekali karena terkendala biaya. Saat ini, proses yang sedang dijalani adalah terapi belajar jalan 2 kali seminggu. “Untungnya beberapa bulan yang lalu saya bertemu bapak Sumartono Hadinoto, sekretaris dompet kemanusiaan dan akhirnya bisa mendapat bantuan. Saya sungguh mengucapkan terima kasih pada beliau,” ujar Sri Rejeki, ibu Yoana dengan berurai air mata.  

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan pdam solo

iklan pln

iklan mettafm