0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Wujud Apresiasi Masyarakat untuk Wiji Thukul

Ngamen Puisi, Peringati Ultah Wiji Thukul

- Timlo.net

Solo – Masih cukup lekat diingatan kita, penyair Wiji Thukul  yang hilang pada tahun 1998. Ketenarannya lewat puisi-puisinya yang selalu berusaha mengungkapkan berbagai ketidakadilan dan pengingkaran harkat dan martabat manusia membuat nama dan karya-karyanya tetap dikenang hingga saat ini.

Dalam hari ulang tahun Wiji Thukul yang jatuh pada tanggal 26 Agustus, diperingati oleh Ikatan Keluarga Orang Hilang (IKOHI) serentak diberbagai daerah. Salah satunya di kota Solo ini. Siang tadi Balai Soedjatmoko dipenuhi sekelompok orang dari berbagai kalangan yang ingin mengapresiasi dan mengingat kembali karya-karya Wiji Thukul.

Konsep ngamen puisi yang diambil, adalah bentuk apresiasi para warga masyarakat untuk ikut serta mengenang tokoh yang sampai saat ini keberadaannya masih simpang siur. Beberapa pengisi diantaranya Teater Tulang SMA N 6 Surakarta, Nisada Band, Buletin Satra Kecapi, dan Teater SMA N 2 Surakarta.

Menurut Fanny Chotimah Ketua Panitia acara tersebut, kegiatan tersebut membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin mengapresiasi karya Wiji Thukul. “Kami hanya menyediakan space, bagi masyarakat yang ingin ambil bagian kami persilahkan”, paparnya kepada Timlo.net.

Fanny juga menambahkan bahwa kegiatan ini juga untuk mengingatkan bahwa keberadaan kasus hilangnya Wiji Thukul sampai saat ini masih mengambang. “Jangan sampai masyarakat melupakan orang-orang hilang yang sampai saat ini masih belum ada kejelasaan keberadaannya”, ujarnya.

Acara yang digelar sejak pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB ini merupakan bentuk kerjasama dari IKOHI, Balai Soedjatmoko, Ekalya Studio, Solo Radio, dan Mataya Art & Heritages. “Ini bentuk keprihatian dan wujud apresasi kami bersama  akan Wiji Thukul yang tertuang lewat karya-karyanya”, ujarnya.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS