0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Para Demonstran Protes Melawan Aturan Sunat

(Ilustrasi) Sunatan massal (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Timlo.net — Sekitar dua belas anggota grup anti sunat melakukan demo di San Rafael, California pada hari Senin (27/8) di luar wilayah kantor Bay Area dari American Academy of Pediatrics, setelah akademi tersebut mengadopsi sebuah kebijakan baru tentang sunat pada bayi laki-laki.

Akademi secara resmi mengumukan pada hari Senin (27/8) bahwa setelah ulasan yang komprehensif dari bukti ilmiah, mereka telah memutuskan bahwa manfaat-manfaat kesehatan dari sunat untuk bayi laki-laki yang baru lahir melebihi resiko-resiko yang ada, walau manfaat-manfaat yang ada tidak cukup baik untuk rekomendasi sunat pada bayi laki-laki secara universal. Kebijakan baru ini diterbitkan dalam jurnal Pediatrics pada hari yang sama.

Para anggota Bay Area Intactivists berkumpul di luar kantor akademi pada siang hari pukul 13.00. Beberapa poster protes yang mereka bawa menampilkan sebuah foto dari seorang bayi yang menangis saat menjalani sunat sementara poster lain bertuliskan “Para kriminal seks untuk disewa-tanya lebih lanjut di dalam.”

“Saya pikir sunat adalah salah satu bentuk dari pelecehan fisik dan seksual fantastis yang bisa Anda timbulkan pada seseorang,” kata Jonathan Conte dari San Franscisco, salah seorang pemimpin demonstrasi. “Jika saya menahan tetangga saya di luar keinginannya, lalu memotong organ kelaminnya, saya akan ditahan,” lanjutnya dilansir dari marinij.com.

Beverly Busher, direktur eksekutif dari kantor akademi, memanggil Departemen Kepolisian San Rafael setelah beberapa demonstrator berusaha masuk ke kantornya untuk memberikan hadiah “award of shame.”

“Saya tidak berpikir mereka seharusnya menyapa saya di kantor saya sendiri,” kata Busher.

Lloyd Chofield, salah seorang demonstran yang masuk ke kantor Busher, mengatakan bahwa mereka mengetuk pintu kantornya sebelum dipersilahkan masuk. Kopral polisi San Rafael Ronda Reese memperingatkan para demonstran untuk berdemonstrasi hanya di bagian trotoar dari kantor akademi.

Menurut akademi tersebut, sebuah satuan tugas dibentuk pada tahun 2007 untuk mengevaluasi bukti ilmiah terkini untuk sunat pada pria menemukan beberapa manfaat, termasuk pengurangan resiko infeksi saluran kemih, kanker penis dan infeksi penyakit menular seksual, termasuk HIV. Akademi tersebut merekomendasikan bahwa biaya sunat harusnya ditanggung asuransi.

“Hal tersebut merupakan hal pribadi untuk para keluarga untuk memutuskan,” kata Busher. “Akademi tidak menyarankan satu atau lain cara,” lanjutnya.

Tapi para demonstran di luar kantor Busher menantang ide bahwa para orang tua seharusnya memiliki hak untuk menyunat anak-anak laki-laki mereka.

Ruth Davis dari Sebastopol, yang membawa serta bayi laki-lakinya yang berusia sepuluh bulan dan putrinya yang berusia dua tahun berkata,” Saya tidak berpikir bahwa keputusan ini merupakan hak orang tua, untuk memotong bayi kami. Mereka memang bayi kami, tapi bukan tubuh kami.”

Para demonstran menegaskan bahwa manfaat-manfaat kesehatan yang dikutip akademi dilebih-lebihkan dan tidak sepadan dengan kerusakan yang disebabkan oleh sunat.

Demonstran lain, Kirsten Barquist dari Santa Rosa, menegaskan bahwa pendapat medis dari akademi tersebut terhadap sunat karena memiliki motif finansial.

“ Mereka ingin melindungi arus pendapatan mereka,” kata Barquist. “Saran mereka untuk menopang dan membenarkan kompensasi finansial dari pihak ketiga untuk sesuatu yang tidak etis,” katanya berpendapat.

Tapi Linda Peacher dari Novato, salah seorang yang lewat tempat tersebut, yang sempat berdebat secara singkat dengan para demonstran, mengatakan bahwa dia menentang pemerintah bila mereka berniat membatasi sunat pada pria.

Peacher berkata,” Dalam hal ini, para dokter dan para orang tua yang seharusnya memutuskan apa yang terbaik untuk anak mereka.”

 

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge