Guru Swasta Inginkan Pemerataan Kesejahteraan
Solo – Kebijakan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, dalam pidato kenegaraannya, Senin (16/8) untuk menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar 10% pada tahun 2011 menuai tanggapan dari pihak swasta.
Ketua Persatuan Guru Karyawan Swasta Indonesia (PGKSI), Asmuni, mengatakan bahwa kenaikan gaji terutama untuk PNS guru merupakan suatu bentuk tidak meratanya keadilan di negeri ini. “Kemerdekaan dan kesejahteraan sepertinya hanya milik PNS dan Polri. Padahal sebagai guru, kami memiliki kewajiban dan tugas yang sama untuk mencerdaskan anak bangsa,”ungkapnya.
Mengenai hal tersebut, ia mengeluh tentang peran PNS yang selalu lebih ditonjolkan dibanding karyawan swasta. Seperti yang terjadi dan diberitakan sebelumnya, pendataan tenaga honorer untuk tenaga administrasi hanya dilakukan di sekolah negeri saja. “Kami menuntut supaya pemerintah pusat dapat menyejahterakan masyarakatnya secara merata bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI),” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Badan Kerjasama Swasta (BKS) sekaligus kepala SMK Warga, Heru Munandar, mengungkapkan bahwa rencana kenaikan gaji PNS dinilai dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi pihak swasta. “Positifnya, guru swasta bisa saja mengalami peningkatan kesejahteraan karena terinspirasi dari kesejahteraan yang akan diterima PNS, namun ini juga tergantung yayasan apakah memiliki kekuatan atau tidak. Karena sebagian besar yayasan belum mampu,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk menggaji guru, sekolah swasta masih tergantung dengan jumlah murid yang diterima dan besaran uang sekolah yang dibayarkan siswa setiap bulannya kepada sekolah. Selain itu, kenaikan gaji guru swasta secara tidak langsung juga berdampak pada semakin meningkatnya jumlah pembayaran SPP siswa. “Saat ini, masih banyak sekolah swasta yang kekurangan murid. Jadi, mau tidak mau guru harus mengencangkan ikat pinggang. Sedangkan sekolah yang memiliki banyak murid akan lebih mudah untuk menaikkan gaji guru,” jelasnya.
Menurutnya, yang lebih menjadi masalah adalah nasib Guru Tidak Tetap (GTT) karena dengan naiknya gaji PNS, biasanya GTT tidak ikut mengalami kenaikan.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Juwangi Jadi Sasaran TMMD
- Bus kok Numpaki Pembatas Jalan?
- Pengedar Ganja Diringkus
- Inilah, Ikrar Para Penjual Ciu
- Buku “Kisah Menarik Masa Kecil Pa...
- DPRD Keberatan Dengan Keringanan Re...
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh
Berita Terpopuler
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu
- Terlalu Manja, Impian Masuk IPL...
- Car Free Day kok Sepi?
- Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
Negeri yg aneh, guru sebagai pendidik tunas bangsa malah ditelantarkan.
Guru guru swasta tidak kalah beratnya dengan guru guru negeri apalagi yang tinggal dan mengabdi di pelosok.