• Rabu, 23 Mei 2012
Gaji PNS Direncanakan Naik di Tahun 2011

Guru Swasta Inginkan Pemerataan Kesejahteraan

Cornelia Niar Riani - Timlo.net
Rabu, 18 Agustus 2010 | 21:34 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/aryo
Para Guru saat mengikuti upacara hari Pendidikan Nasional beberapa waktu lalu.

Solo – Kebijakan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, dalam pidato kenegaraannya, Senin (16/8) untuk menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar 10% pada tahun 2011 menuai tanggapan dari pihak swasta.

Ketua Persatuan Guru Karyawan Swasta Indonesia (PGKSI), Asmuni, mengatakan bahwa kenaikan gaji terutama untuk PNS guru merupakan suatu bentuk tidak meratanya keadilan di negeri ini. “Kemerdekaan dan kesejahteraan sepertinya hanya milik PNS dan Polri. Padahal sebagai guru, kami memiliki kewajiban dan tugas yang sama untuk mencerdaskan anak bangsa,”ungkapnya.

Mengenai hal tersebut, ia mengeluh tentang peran PNS yang selalu lebih ditonjolkan dibanding karyawan swasta. Seperti yang terjadi dan diberitakan sebelumnya, pendataan tenaga honorer untuk tenaga administrasi hanya dilakukan di sekolah negeri saja. “Kami menuntut supaya pemerintah pusat dapat menyejahterakan masyarakatnya secara merata bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI),” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Badan Kerjasama Swasta (BKS) sekaligus kepala SMK Warga, Heru Munandar, mengungkapkan bahwa rencana kenaikan gaji PNS dinilai dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi pihak swasta. “Positifnya, guru swasta bisa saja mengalami peningkatan kesejahteraan karena terinspirasi dari kesejahteraan yang akan diterima PNS, namun ini juga tergantung yayasan apakah memiliki kekuatan atau tidak. Karena sebagian besar yayasan belum mampu,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk menggaji guru, sekolah swasta masih tergantung dengan jumlah murid yang diterima dan besaran uang sekolah yang dibayarkan siswa setiap bulannya kepada sekolah. Selain itu, kenaikan gaji guru swasta secara tidak langsung juga berdampak pada semakin meningkatnya jumlah pembayaran SPP siswa. “Saat ini, masih banyak sekolah swasta yang kekurangan murid. Jadi, mau tidak mau guru harus mengencangkan ikat pinggang. Sedangkan sekolah yang memiliki banyak murid akan lebih mudah untuk menaikkan gaji guru,” jelasnya.

Menurutnya, yang lebih menjadi masalah adalah nasib Guru Tidak Tetap (GTT) karena dengan naiknya gaji PNS, biasanya GTT tidak ikut mengalami kenaikan.

         

Berita Terkait

Komentar

  1. herry

    Negeri yg aneh, guru sebagai pendidik tunas bangsa malah ditelantarkan.

  2. R Isdiyanto

    Guru guru swasta tidak kalah beratnya dengan guru guru negeri apalagi yang tinggal dan mengabdi di pelosok.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan al-azhar

iklan mettafm