Perempuan Bikin Rumah Sajikan Film Karya Sutradara Perempuan
Solo – Purnama Di Pesisir sebuah tajuk film yang diputar sebagai puncak acara dalam pembukaan event Perempuan Bikin Rumah di Gedung Kesenian Solo kemarin cukup menjadi sebuah oase tersendiri ditengah kemandulan perempuan Solo yang minim karya. Selain film ini menyajikan sebuah garapan yang cukup spektakuler, crew pembuatan film tersebut didominasi oleh perempuan. Salah satunya adalah Chairun Nissa atau yang akrab dipanggil Ilun yang merupakan sutradara film tersebut.
Menurut Ilun film yang dibuat sebagai tugas akhir kuliahnya tersebut mengangkat tema kehilangan yang banyak dialami para nelayan di daerah Cilincing. “Banyak kehilangan yang terjadi di film ini, sang nelayan yang kehilangan rumahnya karena adanya tanggul yang mau dibuat, sang tokoh utama yang juga kehilangan sang ayah, serta seorang remaja Cina yang juga kehilangan kedua orang tuanya”, paparnya kepada Timlo.net.
Ia mengatakan ide penggarapan film tersebut muncul begitu saja setelah ia melihat lokasi yang memprihatinkan yang terjadi di daerah Cilincing tersebut. “Awalnya sih pengen bikinnya film yang seneng-seneng, namun setelah sampai lokasi Cilincing ternyata ada masalah seperti ini, dan akhirnya itu kami angkat menjadi film”, terangnya. Film berdurasi 17 menit tersebut menceritakan tentang Nirma seorang gadis anak nelayan yang merasakan banyak kehilangan dan melihat banyak kehilangan yang ada disekitarnya. Ia harus melihat para tetangganya kehilangan rumah karena tergusur, disaat yang bersamaan ia juga harus merelakan ayahnya pergi untuk selama-lamanya. Kesedihan yang terekam dalam film tersebut cukup jelas tergambar tanpa harus menggunakan simbol verbal.
Diluar isi film tersebut yang sarat akan makna, proses pembuatan film ini ternyata menyimpan banyak cerita yang menarik. Selain digarap oleh para perempuan film ini juga hanya membutuhkan waktu 6 bulan proses total dan 4 hari eksekusi shooting. “Sejak awal kami sudah memutuskan mengambil gambar selama empat hari. Yang paling sulit adalah pengambilan adegan bulan purnama. Awalnya sudah kita prediksikan dan kita tanyakan kepada para nelayan yang biasanya mahir meramalkan datangnya bulan purnama, setelah terpilih tanggal, ternyata bulan purnama tidak muncul, malah badai. Itu berlanjut sampai di hari ketiga. Dan ternyata di hari terakhir bulan purnama itu muncul sehingga kita tidak perlu take ulang lagi”, kenangnya
Cukup luar biasa walaupun sang sutradara, penata artistik, kameraman, dan produsernya adalah perempuan, film ini mampu menunjukkan kelasnya. Bahkan film ini meraih Nomination Film Pendek Festival Film Indonesia 2009, Special Jurry Mention Roma Independent Film Festival 9th, Selection Official Rotterdam Film Festival International 39th, 3 cities film festival 3rd, V international film Festival 2nd (womanfilm festival, Jakarta, Indonesia), Official selection Indonesian film festival 5th (Melbourne & sidney), Official selection Purbalingga film festival 4th, Official selection South to South film festival 3rd, Opening Jember FIlm Fetival 2nd. Cukup luar biasa pasalnya film ini adalah satu-satunya film Indonesia yang pertama kalinya diputar di Italia. Saat ini Ilun tengah mengadakan roadshow pemutaran film ini 7 kota besar yakni, Purwokerto, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Solo, dan terakhir Bali.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Juwangi Jadi Sasaran TMMD
- Bus kok Numpaki Pembatas Jalan?
- Pengedar Ganja Diringkus
- Inilah, Ikrar Para Penjual Ciu
- Buku “Kisah Menarik Masa Kecil Pa...
- DPRD Keberatan Dengan Keringanan Re...
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh
Berita Terpopuler
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu
- Terlalu Manja, Impian Masuk IPL...
- Car Free Day kok Sepi?
- Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
waktunya perempuan maju.
Snakes directors
gilaa tuu film keren bgt ,,
)
)
salut samaa kak ilun
seneng bisa ktmu waktu di sby di unair kmren