0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Penuhi Jam Mengajar, Guru Solo Ngajar di Luar Kota

- Timlo.net
dok.timlo.net/niza novita

dok.timlo.net/niza novita

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Solo, Sulardi

Solo –  Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dikpora Surakarta, Sulardi mengungkapkan, hingga kini masih ada guru di Kota Solo yang sudah lulus sertifikasi namun belum memenuhi tatap muka atau jam mengajar 24 jam/minggu. “Berdasarkan data, masih ada guru yang belum memenuhi tatap muka 24 jam,” ujar Sulardi, di Kantor Dinas Dikpora Surakarta, Sabtu (21/7).

“Padahal mereka (para guru) sudah lulus sertifikasi dan menerima tunjangan sertifikasi, sehingga wajib memenuhi tatap muka 24 jam,” tambahnya.

Menurutnya, seorang guru harus mengajar sesuai dengan sertifikat pendidiknya dan kualifikasi akademiknya. “Dalam rangka pemenuhan 24 jam,  jika tak bisa mengajar di Kota Solo, kami berikan ijin juga mengajar di daerah lain. Bisanya mengajar ke sekolah lain itu pengembangan diri ekstra maksimal 2 jam tatap muka per minggu. Seorang guru hanya mengajar 1 mata pelajaran dalam 1 kelas. Maka dalam rangka pemberkasan untuk triwulan ketiga dan keempat (tunjangan profesi) itu menyampaikan surat keterangan dari kepala sekolah tahun ajaran 2012/2013,” tandasnya.

Ditambahkan, Dikpora Surakarta akan memberikan surat tugas kepada guru dalam rangka pemenuhan 24 jam mengajar. “Sudah sekitar 10-an guru yang mencari keluar daerah, seperti di Karanganyar, Klaten, Boyolali, Sragen. Ya ini untuk pemenuhan 24 jam mengajar, mayoritas guru pada jenjang SMP, SMA. Mata pelajaran yang kelebihan yakni PPKN dan Bahasa Indonesia,” jelasnya.

Terpisah, Koordinator Pengawas SMP, SMA, dan SMK Dikpora Surakarta, Soedjinto ditanya mengenai pengawasan para guru yang menambah jam tatap muka lintas daerah, mengatakan, “Kalau lintas daerah itu sudah kewenangan di provinsi, bukan wilayah pembinaan pengawas kota tentunya. Tempatnya pangkal kan disini guru itu, jadi ya pengawas disini koordinasi saja dengan pengawas di daerah yang dituju guru itu, jadi itu mekanismenya begitu,” paparnya.

 

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS