0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Pemkot Surakarta Gunakan Cara Anggaran Berimbang

- Timlo.net

Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dalam penyusunan neraca APBD kota menggunakan cara anggaran yang berimbang, hal itu disampaikan oleh Sekda kota Surakarta Drs. Budi Suharto ketika dikonfirmasi para wartawan siang tadi di depan ruang kerjanya. Menurutnya anggaran yang ada di pemkot Solo tidak lagi defisit, artinya harus berimbang. Untuk itu perlu digiatkan dengan menggandeng mitra atau pihak lain sehingga anggaran berimbang dapat terwujud.

“Kedepan hari, pemerintah kota Surakarta dari sisi anggaran itu harus berimbang, jangan sampai ada yang defisit. Artinya dengan memanfaatkan mitra atau ihak lain di berbagai bidang. Sebenarnya ini bukan format baru, tahun kemarin saja defisit sampai 50 miliar, sebuah angka yang tidak sedikit,” ujarnya kepada Timlo.net.

Yang menjadi penyebab anggaran pemkot menjadi defisit, di dominasi oleh biaya gaji pegawai yang mencapai angka 40 persen dari total APBD kota Solo. Belum lagi ditambah beban biaya lainnya seperti penggunaan listrik, air, maupun telepon.

Menurut Budi Suharto seharusnya keadaan defisit jangan sampai menjadi beban setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Jangan sampai terbebani dengan keadaan itu, namun justru dicari jalan keluarnya mitra kerja lainnya dan yang pasti tanpa hutang. Kita uoayakan otonomi daerah itu betul-betul membuat kita menjadi lebih mandiri,” lanjut Budi.

Meski demikian, akan sangat dimaklumi bahwa tuntutan kinerja SKPD yang diwajibkan untuk mandiri akan cukup memberatkan.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS