0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

3 Teori Modern Tentang Penampakan Saat Tindihen

Salah satu aksi hantu di Wahana Wisata Rumah Angker 2012 (Dok. Timlo.net/ mala)

Timlo.net — Ternyata para peneliti tidak bisa memberikan jawaban pasti kenapa banyak orang melihat penampakan saat mereka mengalami tindihen (sleep paralysis). Masing-masing disiplin ilmu memiliki teori tersendiri tentang penyebab munculnya ‘makhluk lain’   saat orang mengalami tindihan. Berikut empat teori mengenai fenomena penampakan tersebut , menurut realitysandwich.com:

1. Sistem kewaspadaan terhadap ancaman

Para ilmuwan hanya memiliki sedikit teori mengenai fenomena penampakan dalam tindihen hingga kini. Penelitian psikologi kognitif baru-baru ini mengatakan bahwa sleep paralysis disertai dengan fenomena penampakan ( hypnagogic hallucinations ) dipicu oleh munculnya kewaspadaan otak akan adanya bahaya yang dikenal dengan sistem kewaspadaan.

Proses sistem ini terjadi umumnya secara tidak sadar untuk mengidentifikasi adanya kemungkinan bahaya. Misalnya saat kita mendengar suara di luar di malam hari. Pikiran kita bertanya, “Suara apa itu?” dan dengan cepat menyimpulkan berdasarkan situasi: “Oh, suara kucing.”

Tapi saat kita mengalami tindihen, mata kita terbuka dan kita membuat seolah-olah mimpi kita nyata. Kombinasi  antara kondisi sadar dan bermimpi yang muncul saat kita tidur membuat sistem kewaspadaan aktif dan terus memperingatkan  otak kita akan adanya ancaman. Ketakutan kita semakin bertambah sehingga kita membayangkan ketakutan terbesarnya sehingga itu menjadi sosok menakutkan yang kita lihat saat tindihen.

2. Neurotheology dan roh-roh

Peneliti dan antropolog Michael Winkelman menawarkan teori yang membingungkan. Dia berpendapat bahwa manusia secara genetis diperlengkapi untuk melihat roh-roh. Kemampuan ini disebut neurotheology. Tapi, menurut dia hanya karena kita melihat ‘roh-roh’ tidak berarti bahwa mereka nyata. Hanya pengalaman kita ‘melihat’ roh-roh itu yang nyata. Bukan sekedar muncul dari fantasi dan dongeng tradisional.

Dia menjawab kenapa sosok penampakan yang kita lihat sering berwujud seperti manusia karena kita telah terbiasa untuk beranggapan bahwa dunia memiliki kualitas seperti kita. Contohnya, saat terjadi petir. Kita bertanya,” Siapa yang memunculkan petir?” Saat itulah masyarakat di jaman dulu membayangkan sesosok dewa petir, atau makhluk lain serupa manusia yang bertanggung jawab.

3. Bayangan

Jung dan Hillman beranggapan bahwa saat kita tindihen, kita bukan melihat penampakan tetapi gambaran-gambaran yang meresahkan kita. Gambaran-gambaran ini disebut sebagai bayangan. Penulis puisi Robert Bly mendefinisikan bayangan sebagai semua hal yang tidak ingin kita lihat dan telah kita singkirkan sejak lama. Bayangan bisa merupakan bagian dari diri kita yang tidak ingin kita miliki (seperti ketamakan, kelemahan, dan kemampuan artistik yang tidak dikembangkan); bisa juga berupa budaya, sejarah bangsa, atau kelas sosial ekonomi yang tidak ingin kita pikirkan.

Bayangan itu bisa menggambarkan kemiskinan, rasisme atau sebuah kondisi alam yang telah dirusak. Pola-pola bawah sadar ini bisa terus berulang sepanjang sejarah, juga di dalam mimpi kita. Dalam tindihen, penampakan yang muncul bisa saja tidak datang untuk menakuti kita tetapi mempunyai “keinginan”untuk didengarkan.

Bagaimana menurut kalian? Teori mana yang menurut pembaca masuk akal?

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge