0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tambah Penghasilan kok dengan Jualan Togel?

Tersangka bandar Togel (Dok.Timlo.net/ byll)

Boyolal — Penghasilan tinggi dalam waktu singkat, tentu semua orang akan tertarik. Namun, bagaimana penghasilan tersebut dilakukan dengan cara yang tidak sehat? Apalagi sampai melawan hukum dan kucing-kucingan dengan aparat. Bukannya tambah penghasilan, salah-salah malah dapat voucher menginap gratis di “Hotel Prodeo” alias penjara.

Salah satunya adalah Sriyono (44) warga Kebonbimo, Boyolali. Sehari-hari ia bekerja sebagai pandai besi. Namun, tidak setiap hari ia bekerja. Seminggu saja, ia hanya bekerja tiga hari. Selebihnya menganggur. Penghasilan selama menjadi pandai besi. Pria berkacamata ini hanya menerima upah antara Rp30 ribu hingga Rp 50 ribu.

”Tiga hari saya nganggur tanpa penghasilan, lalu saya ditawari jualan Togel, karena butuh tambahan penghasilan, saya akhirnya mau,” tandasnya, Sabtu (30/6),

Itulah, yang menjadi alasan Sriyono untuk mencari penambahan penghasilan. Niat untuk menambah penghasilan tersebut akhirnya terlaksana. Namun, ia harus menempuh jalan berliku, penuh dengan risiko. Sriyono, memutuskan untuk jualan nomor Togel. Dari pekerjaan tambahan ini, ia mengaku bisa mendapat penghasilan antara Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu.

”Karena untungnya banyak dan tidak berat bekerjanya, bisa saya lakukan dirumah, akhirnya saya seriusi,” uncap Sriyono.

Sayangnya, baru sebulan berjualan togel sudah terendus oleh petugas dan ditangkap, Kamis (28/6) malam.  Sriyono pun pasrah dan siap menjalani hukuman. Kisah yang dialami Sriyono hampir sama dengan para tersangka lainya, menambah penghasilan dengan nekat berjualan Togel meski mereka tahu hal itu melanggar hukum. (byl)



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge