0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SBC 5 Akan Dievaluasi

Seniman kondang Sruti Respati dan seniman lainnya "ngolet" dan nembang dalam pembukaan Solo Batik Carnival 5 di Stadion Sriwedari, Sabtu (30/6) malam. (Dok.Timlo.net/ Iwan Kawul)

Solo — Pagelaran event Solo Batik Carnival (SBC) 5 dengan dua konsep sekaligus, indoor maupun outdoor, baru pertama kali dilakukan. Karena baru pertama kali itulah, banyak kekurangan maupun kelebihan selama acara berlangsung.

Dalam hal penjualan tiket, misalnya. Dari pengamatan wartawan, masih ada sejumlah kursi yang kosong di tribun VIP maupun VVIP. Masyarakat masih banyak memilih melihat pertunjukan kolosal tersebut dari tepi jalan sepanjang rute karnaval.

Namun disatu sisi, dengan adanya dua konsep tersebut, masyarakat diberi dua opsi untuk memilih, menyaksikan performance di dalam stadion atau di luar stadion. Di dalam stadion, berbagai fasilitas yang disediakan oleh panitia terbagi atas besarnya harga tiket yang dijual, mulai dari Rp 25 ribu untuk kelas Festival, Rp 75 ribu kelas VIP sampai dengan Rp 200 ribu untuk kelas VVIP.

Bagi pemkot, penyelenggaraan SBC 5 ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan event serupa di tahun-tahun selanjutnya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo Widdi Srihanto menjelaskan, pihaknya akan terus mencari konsep yang tepat untuk event serupa agar bisa lebih baik dari sebelumnya.

“Akan menjadi bahan evaluasi. Tiap tahun kita mencari konsep yang lebih pas, mencari karakteristik dan dinamika masyarakat Kota Solo itu seperti apa,” katanya kepada wartawan, Sabtu (30/6) malam saat acara berlangsung.

Apapun hasilnya penyelenggaraan SBC malam ini, akan dijadikan pembelajaran pada masyarakat di masa yang akan datang. “Diharapkan bisa berkembang, SBC bisa menjadi milik masyarakat, bukan hanya pemerintah,” ungkapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge