0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Bakul Ronde Manfaatkan Momen SBC

Para pedagang alun-alun kidul beralih ke SBC, Sabtu (30/6) malam. (Dok.Timlo.net/ Daryono)

Solo — Selepas Maghrib, kawasan bundaran Gladak sudah mulai ramai didatangi masyarakat yang ingin menyaksikan pawai Solo Batik Carnival V. Tak hanya itu, puluhan pedagang juga terlihat sudah “mangkal” di sekitar patung Slmet Riyadi,  menambah ramainya suasana malam itu.

Para pedagang tersebut beraneka ragam jenis dagangannya. Ada pedagang kacang godok, angkringan, wedang ronde, bakso bakar, jagung godok dan berbagai jenis dagangan layaknya  pasar malam.

Salah seorang pedagang wedang Ronde, Nursito, mengaku sengaja berjualan di Gladak. Lelaki asal  Watu kelir, Sukoharjo ini  biasanya berjualan ronde  dialun-alun kidul. ” Malam ini sengaja ke sini karena lebih rame,” terangnya saat ditemui Timlo.net, Sabtu (30/6).

Nursito mengaku di tahun kemarin saat gelaran SBC, dirinya juga berjualan di Gladak. Pengalaman tahun lalu omzet jualannya mencapai Rp 400.000. “Kalau di sini omzetnya tambah Rp 100.000, dari biasanya saat di alun-alun.  Untuk stoknya juga saya tambah satu toples buat  malam ini,” jelasnya.

Salah seorang pengunjung, Narti Jarkasi mengaku sengaja datang untuk melihat SBC. “Dari tahun-tahun kemarin saya biasa nonton. Saya suka yang ethnic-ethnic dari SBC. Takjub pokoknya,” ujar gadis asal Kalimantan Barat yang kuliah di Solo ini.

Selain itu, Narti juga menyukai acara-acara budaya yang di gelar di Solo. ” Selain SBC, tarian atau apa aja yang ada unsur budayanya, aku suka,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge