0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

APTI Ancam Golput Pemilu

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia mendatangi Gedung DPRD Boyolali, Jumat (29/6). (Dok.Timlo.net/ Byll)

Boyolali-Assosiasi Petani Tembakau Indonesia APTI Boyolali akan mengancam Golput dalam Pemilu jika rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang tembakau tetap disahkan. Ancaman tersebut disampaikan APTI di gedung DPRD Boyolali, Jumat (29/6).

Diungkapkan Ketua APTI, Teguh Sambodo,bila pemerintah tetap memaksakan mengesahkan RPP Tembakau dipastikan seluruh petani tembakau akan Golput dalam pemilu. Hal ini dikarenakan RPP disahkan maka akan mematikan petani tembakau, khususnya Boyolali.

Salah satu yang ditolak petani terkait dengan RPP Tembakau, adalah ketentuan kadar tar nikotin tembakau dibatasi hanya 1,5%. Padahal kadar tar nikotin tembakau produksi petani tembakau Boyolali mencapai 6-8 persen.”Kalau itu diterapkan otomatis tembakau Boyolali tidak laku,” tandasnya.

Disamping itu, ada pasal yang menyebutkan tembakau hanya digunakan utnuk bahan pestisida dan kosmetik dan tidak untuk rokok. “Kalau ada aturan itu, lha nanti produksi tembakau lainya untuk apa,selama ini kan kebanyakan untuk rokok,” papar Teguh. RPP ini jelas bertentangan dengan nilai ekonomisnya.

Disebutkan juga, perputaran uang tembakau di Boyolali sendiri tiap musimnya mencapai trilliunan rupiah. Sehingga rencana penetapan RPP Tembakau ini sangat meresahkan petani tembakau di Boyolali. Terutama di empat kecamatan penghasil tembakau, Musuk, Cepogo,Selo dan Ampel.

Petani terkait hal tersebut meminta dukungan kepada Pemkab Boyolali dan DPRD sebelum berangkat ke Jakarta. Hasilnya, Pemkab Boyolali sudah menyurati Menteri Pertanian dan Menteri Kesehatan, yang intinya menolak RPP Temabaku, begitu pula dengan DPRD Boyolali. (Byll)

 



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge