0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Panitia SBC Soroti Manajemen Penonton

suasana jumpa pers sehari sebelum performance SBC 5 (timlo.net - dhefi)

Solo – Manajemen penonton menjadi sorotan penting dalam penyelenggaraan Solo Batik Carnival (SBC) 5 kali ini. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan utama oleh panitia penyelenggara. Mengingat, tiap kali ada event berskala besar di Solo selalu diwarnai dengan kurang tertibnya penonton yang ada di jalanan.

Konseptor SBC 5, Dynan Fariz mengakui, permasalahan yang cukup sulit ketika mengadakan event dengan skala besar adalah masalah manajemen penonton. “Dimanapun itu, bukan hanya di SBC. bahkan di Jember Fashion Carnaval (JFC) sekalipun. Pengelolaan penonton menjadi hal yang sangat sulit,” katanya saat menggelar jumpa pers, Jumat (29/6).

Dalam setiap karnaval yang digelar, penonton berjubel di kedua sisi jalan raya. Tak jarang, desak-desakan yang terjadi dengan sesama penonton karnaval membuat suasana menjadi kurang representatif.

Dengan menggelar event di dua stage, atau yang dibahasakan oleh panitia dengan indoor dan outdoor, diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurai kepadatan penonton. Di dalam stadion Sriwedari, penonton disuguhi dengan performance SBC selama satu jam. Setelah itu, peserta kemudian berjalan menyusuri jalan Slamet Riyadi menuju ke Balaikota.

Tema yang diusung dalam event SBC tahun ini adalah metamorfosis. Tiap peragaan busana yang ditampilkan menggambarkan proses pembuatan sebuah maha karya anak bangsa dari nol sampai menghasilkan keindahan karya batik nusantara. Menurutnya, semua perjuangan dalam menghasilkan sebuah maha karya seni batik indonesia akan tergambar disana. “Butuh kerja keras dan ketekunan dan perjuangan yang tidak sederhana dalam membuat kain batik. Semua penggambaran itu akan terlihat dalam performance SBC besok,” terangnya.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge