0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiket SBC Kurang Laku, DPRD Bilang Wajar

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Trafficking, Paulus Haryoto (dok.timlo.net/red/aji)

Solo — Menjelang penyelenggaraan Solo Batik Carnival (SBC) 5, Sabtu (30/6), tiket SBC masih banyak yang belum terjual alias kurang laku. Informasi yang didapat Timlo.net, dari 6000 tiket yang disediakan, baru 216 tiket yang terjual.

Kurang lakunya tiket SBC 5  ini dinilai wajar oleh anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Paulus Haryoto,  karena masyarakat lebih memilih pertunjukan yang gratis. Menurutnya, sepinya masyarakat membeli tiket juga bukan ukuran keberhasilan SBC 5.

“Ya wajar jika sepi peminat, wong ada yang gratis, wajar jika kemudian masyarakat memilih yang gratis. Logikanya kan begitu,” ujar Paulus, Jumat (29/6) di Gedung Dewan.

Meskipun demikian, menurut Paulus, minimnya tiket tetap akan menjadi evaluasi pelaksanaan SBC ke depan. Adanya tiket SBC, menurutnya merupakan solusi bagi penonton yang ingin menonton SBC secara lebih leluasa. “Harapannya kan yang beli tiket tidak berdesak-desakan saat menonton SBC. Tapi kalau masyarakat justru senang yang berdesak-desakan ya mau bagaimana lagi,” ungkapnya.

Penjualan tiket sendiri, bagi Paulus, bukan ukuran keberhasilan SBC. Keberhasilan SBC diukur dari partisipasi masyarakat dan kreativitas konsep SBC. “Tiket tidak menjadi parameter keberhasilan. Yang utama bagaimana partisipasi masyarakat,” tegas legislator PDIP ini.

Ditambahkan, Pemkot telah menganggarkan anggaran untuk SBC sebesar Rp 121 juta. “Setidaknya anggaran itu bisa untuk menstimulus kegiatan itu sehingga berjalan lancar,” paparnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge