0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Atasi Parkir di City Walk

Dewan Usulkan Operasi Gembok Ban

Jajaran Polantas Polresta Solo saat menertibkan parkir di kawasan City Walk Jl Slamet Riyadi (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Solo — Komisi III DPRD Kota Surakarta menyayangkan rendahnya kesadaran masyarakat mematuhi aturan larangan parkir di city walk. Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta, Honda Hendarto saat dimintai tanggapan maraknya parkir di city walk.

Menurut Honda, masyarakat sepertinya menganggap larangan tersebut sebagai angin lalu. “Aturan tersebut sepertinya dianggap angin lalu. Masyarakat yang notabene kelas elit, yang punya mobil, justru tidak menghargai penegak hukum, tidak menghargai pejalan kaki dengan parkir di city walk,” papar Honda kepada wartawan, Jumat (29/6) di Gedung Dewan.

Padahal, tambah Honda, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Surakarta sudah berkali-kali menggelar operasi penertiban namun hasilnya juga tidak membuat masyarakat jera. “Tidak ada cara lain kecuali dengan tindakan nyata yaitu operasi gembok ban, untuk membuat jera,” ujar politisi PDIP ini.

Namun, tindakan gembok ban ini belum bisa dilakukan karena belum ada payung hukumnya. Rencananya tindakan gembok ban akan dimasukkan dalam Raaperda LLAJ yang drafnya direncanakan Juli ini masuk ke DPRD.

Selain gembok ban, lanjut Honda, juga akan diterapkan denda semaksimal mungkin. “Sebenarnya kita tidak menginginkan hal tersebut, tapi ya mau bagaimana lagi, aturan harus ditegakkan,” ujarnya.

Rencananya Raperda LLAJ tersebut akan diselesaikan tahun ini jika drafnya masuk sesuai jadwal bulan Juli. ” Kami harapkan sesuai jadwal sehingga dalam APBD Perubahan bisa kita anggarkan sarana dan prasarananya seperti mobil derek, gembok-gembok dan sebagainya,” pungkas Honda.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge