0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penanganan HIV/AIDS Terkendala Anggaran

Jumlah Penderita AIDS di Solo Tertinggi di Jateng

Seorang warga masyarakat saat mendapatkan sosialisasi dari KPA. (timlo.net - dhefi)

Solo —  Penanganan penderita HIV/AIDS di Kota Solo terganjal oleh anggaran. Tahun ini, anggaran hibah untuk penanganan HIV/AIDS yang seharusnya diterima Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solo tidak bisa dicairkan.

Sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 32 tahun 2011 tentang Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial, KPA menjadi salah satu lembaga milik Pemkot yang tidak bisa mencairkan dana hibah dalam APBD lantaran terganjal oleh aturan yang ada di dalamnya.

Di dalam aturan yang tertulis, ketua dari lembaga tersebut tidak diperbolehkan dari kalangan pejabat negara dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara, ketua KPA sendiri saat ini dijabat  Wakil Walikota (Wawali) Solo FX Hadi Rudyatmo.

Wawali menjelaskan, aturan dalam Permendagri tersebut sudah saatnya ditinjau kembali. “Yang harus diubah itu aturan mainnya. Yang menjadi ketua jangan Wawali, agar bisa cair anggaran itu,” katanya kepada wartawan, Kamis (28/6).

Hal itu sangat ironis, mengingat jumlah penderita HIV/AIDS yang ada di Kota Solo saat ini tergolong cukup tinggi. Dari data KPA Propinsi Jawa Tengah (Jateng), tahun ini Kota Solo menempati peringkat pertama dengan jumlah penderita HIV/AIDS di Jateng. Sementara, Propinsi Jateng sendiri menempati peringkat 4 se-Indonesia.

Sementara, dari kurun waktu tahun 1993 sampai dengan Maret 2012 di Jawa Tengah tercatat 4.992 penderita kasus HIV/AIDS. Dari jumlah itu, 2.769 penderita di antaranya mengidap HIV dan 2.153 penderita lainnya menderita AIDS, sedangkan 603 di antaranya meninggal dunia.

Ketua KPA kota Solo, Harsoyo Soepodo, menjelaskan, meski anggaran tersebut belum bisa dicairkan, namun kegiatan yang dilakukan oleh KPA tetap berjalan. Hanya saja, ia mengaku dengan keterbatasan tersebut pihaknya mengadakan kegiatan dengan melihat skala prioritasnya. “Untuk penyuluhan memang tetap masih jalan. Masalah terkait anggaran, semoga bisa diupayakan dalam APBD-Perubahan nanti,” jelasnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Rustriningsih meminta peran aktif masyarakat untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. “Optimalisasi peran dan fungsi warga peduli AIDS akan menekan laju peningkatan penyebaran virus HIV/AIDS,” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge