0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Operasi Yustisi Siap Digalakkan

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) kota Solo, Untara (timlo.net - dhefi)

Solo – Pemkot akan mengintensifkan pelaksanaan sistem administrasi kependudukan (Adminduk) di wilayah Kota Solo. Salah satunya, dengan menggelar operasi yustisi mulai awal Juli ini.

Data yang diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Solo, selama kurun waktu awal tahun hingga Juni 2012 ini jumlah pelanggaran Adminduk mencapai 900 orang. Jenis pelanggaran yang dilakukan cukup beragam, mulai dari terlambat membuat Akte Kelahiran, terlambat membuat dan memperpanjang KTP, dan terlambat dalam melaporkan perubahan data kependudukan.

Kepala Dispendukcapil Kota Solo Untara menjelaskan, pihaknya bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) siap menggalakkan operasi yustisi. “Beberapa waktu sebelumnya, operasi yustisi yang dilakukan baru pada taraf pembinaan. Kalau ada yang melanggar kami lakukan pembinaan. Namun dalam operasi yustisi nanti, bagi setiap pelanggar akan kami kenakan sanksi,” terangnya kepada wartawan, Rabu (27/6).

Menurutnya, sanksi yang dikenakan kepada tiap pelanggar berdasarkan Perda no. 10/2010 Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan bervariasi, mulai dari denda Rp 15 ribu sampai dengan Rp 50 ribu. Pengenaan sanksi terhadap pelanggar melihat dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.

Nantinya, seluruh denda terhadap pelanggaran Adminduk dan hasil operasi yustisi akan dimasukkan ke dalam kas daerah. Pemkot sendiri bekerjasama dengan Pengadilan Negeri (PN) Solo untuk menyelenggarakan sidang di tempat dalam operasi yustisi Adminduk mendatang.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge