0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dinilai Merusak Saluran Irigasi

Proyek Tol Solo – Kertosono Diprotes Petani

Pembangunan jalan tol Solo-Kertosono (dok.timlo.net/byl)

Boyolali —  Proyek tol Solo – Kertosono di Desa Sawahan, Ngemplak, Boyolali mulai dikerjakan. Pengerjaan saat ini baru dalam tahap pengerukan tanah. Sayangnya, proses ini mendapat keluhan dari petani karena mengakibatkan sejumlah saluran irigasi rusak dan tersumbat.

Kondisi ini bila dibiarkan dikhawatirkan akan mengakibatkan gagal panen. Terlebih saat ini mulai memasuki musim kemarau. Pengerukan lahan untuk jalan tol tersebut mengakibatkan saluran sekunder dan tersier rusak tertutup tanah. Selain mengkhawatirkan merusak saluran air,sebagian petani juga khawatir sawah mereka tergenang air.

Menurut Ketua Gabungan Petani Pemakai Air Daerah Irigasi Cengklik, HA Samidi WS, pihaknya sudah menerima banyak pengaduan dari petani terkait persoalan tersebut. Pihaknya mengakui selama ini belum ada sosialisasi dari pengelola dan masyarakat sekitar. ”Harusnya dilakukan sosialisasi dulu, jadi tidak asal melakukan pengerukan dan akibatnya merusak saluran irigasi,” tandasnya, Rabu (27/6).

Sementara Kepala UPT DPU Energi Sumber Daya Mineral, Ngemplak, Sriyono, mengakui menerima komplai dari petani. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak,karena sejauh ini pihak pelaksana proyek belum mengirimkan surat pemberitahuan terkait proyek tersebut. ”Sama sekali tidak ada pemberitahuan,kantornya dimana saja kita tidak tahu, tapi persoalan ini sudah kita sampaikan ke DPU ESDM Boyolali,” tandas Sriyanto.

Di tempat terpisah, salah satu penanggungjawab proyek yang enggan disebut namanya mengakui adanya protes dari petani. Namun mengantisipasi keluhan tersebut, pihaknya sudah menggali kembali saluran irigasi yang sudah tertutup tanah. (byl)



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge