0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Industri Kreatif Solo Butuh Sentuhan

Penganekaragaman produk makanan salah satu jenis industri kreatif (ilustrasi) (dok.timlo.net/aris arianto)

Solo —  Industri kreatif Kota Solo dinilai masih perlu mendapatkan sentuhan optimal dari sejumlah komponen terkait. Mengingat saat ini kualitas sumberdaya manusia yang ada relatif terbatas, begitu pula dengan belum adanya masterplan pengembangan industri kreatif.

Sebagaimana disampaikan Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Suryono, industri kreatif Kota Bengawan sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang. Hanya saja, sejauh ini belum mendapatkan perhatian secara serius.

Selain belum adanya masterplan pengembangan industri kreatif, masih minimnya perhatian pada sektor ini tidak lepas akibat belum bersinerginya komponen terkait, termasuk perbankan. Sejauh ini, perbankan juga cukup selektif dalam membuka akses pembiayaan.

“Perbankan susah mengidentifikasi pelaku industri kreatif,” ujarnya dalam acara Workshop ‘Integrasi Pengembangan Pariwisata dalam Mendorong Industri UMKM sebagai Terobosan dalam Pengembangan UMKM Solo’, di Ndalem Wuryoningratan, Rabu (27/6).

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Asisten Walikota Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Solo, Eny Tiasni Suzana, mengatakan guna mengembangkan industri kreatif diperlukan kerjasama dengan daerah lain seperti Yogyakarta. Kota Solo sendiri saat ini sudah memiliki 50 ragam event yang berkaitan dengan industri kreatif dan menjadi agenda wisata daerah.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge