0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Alasannya Tidak Dapat BOS

Dikpora Boyolali: Pungutan PPDB SMA Tak Masalah

Sekretaris Disdikpora Boyolali, Abdul Rahman (dok.timlo.net/byl)

Boyolali — Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Boyolali menyatakan pungutan biaya pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK tidak menjadi masalah. Pungutan tersebut sama sekali tidak melanggar Permendikbud nomer 60 tahun 2010 dan PP no 17/2010 tentang larangan pungutan dalam penyelengaraan pendidikan. Pasalnya, larangan pungutan dalam peraturan tersebut hanya diperuntukkan bagi sekolah yang mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Seperti diungkapkan Sekretaris Disdikpora Boyolali, Abdul Rahman, untuk Boyolali jenjang sekolah SMA dan SMK belum mendapat BOS. Sehingga pengelolaan pendaftaran siswa baru dilakukan secara swakelola. Beda halnya dengan SD dan SMP yang sudah mendapat bantuan BOS sehingga dilarang melakukan pungutan.

“Untuk SMA dan SMK boleh melakukan pungutan dan besarnya sudah diatur dalam Surat Keputusan Bersama antara Kepala Disdikpora dan Kepala Kemeneg Boyolali, yang besar maksimal adalah 20 ribu rupiah,” ungkap Abdul Rahman, ditemui di Kantor Disdikpora Boyolali, Rabu (27/6).

Ketika disinggung pihak sekolah lebih banyak mematok biaya maksimal yaitu Rp 20 ribu, Abdul mengaku hal tersebut tidak menjadi persoalan karena disesuaikan dengan kebutuhan sekolah masing-masing. ”Kalau yang daftar banyak, tentu kebutuhannya juga banyak kan,begitu juga sebaliknya, disesuaikan dengan kebutuhan saja,” tandas Abdul.

Sejauh ini pelaksanaan penerimaan siswa baru di Boyolali berlangsung aman dan tertib. Belum ada laporan dari orang tua murid tentang pungutan yang mahal. (byl)



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge