0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pekerja Anak di Wonogiri Capai 210

Pantur Siregar (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri —  Sebanyak 210 anak usia sekolah di wilayah Wonogiri menjadi pekerja di beberapa sektor  nonformal. Keseluruhannya berada pada kisaran umur di bawah 16 tahun yang notabene merupakan usia Wajib Belajar pendidikan dasar.

Ratusan pekerja anak tersebut tersebar di 19 kecamatan. Dan pembinaan atas mereka dimasukkan dalam  program PPAPKH (Pengurangan Pekerja Anak Program Keluarga Harapan) tahun 2012.

Manajer PPAPKH Wonogiri sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Wonogiri, Pantur Siregar mengatakan, 210 pekerja anak usia sekolah itu telah dibina di 7 shelter selama satu bulan.

“Intinya mereka kita kasih motivasi supaya bisa bersekolah kembali ke jalur formal, kita bina dan kita bimbing selama satu bulan penuh, “ ungkap Pantur, Rabu (27/6).

Sebagian besar anak, lanjut Pantur, bekerja di sektor nonformal seperti wiraswasta atau menjadi PLRT (Penata Laksana Rumah Tangga). Dan hampir keseluruhannya lantaran keterbatasan ekonomi memilih tidak bersekolah demi membantu orangtuanya.

Hanya saja PPAPKH sebatas memberikan motivasi dan tidak sampai ke ranah memasukkan pekerja anak ke sekolah kembali. “Kita tidak bisa memaksa anak untuk bersekolah kembali, kita hanya memberikan arahan, bimbingan dan motivasi,“ jelasnya.

Ditambahkan, terdapat kendala dalam pelaksanaan program yang baru kali pertama diadakan itu. Yakni tidak adanya dana untuk memberikan kompensasi bagi pekerja anak selama tinggal di shelter. Padahal anak selama satu bulan penuh terpaksa meninggalkan pekerjaan utamanya demi mengikuti pengarahan di shelter.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge