0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Konflik SARA di Wonogiri Akibat Minimnya Komunikasi

Hafidz R, Ketua FPPI Wonogiri (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Ketua FPPI (Forum Pemuda Pemudi Islam) Wonogiri, Hafidz R mengungkapkan timbulnya konflik berbau SARA di Wonogiri yang baru saja berakhir diakibatkan minimnya komunikasi yang terjalin dari pihak-pihak yang berseberangan. Seandainya komunikasi bisa diintensifkan serta dijalin, diakuinya konflik yang menyebabkan gesekan di antara pemeluk agama dapat dihindari.

Pernyataan Hafidz dikemukakan kepada wartawan di Rumah Makan Pak Eko, Bulusari, Bulusulur, Wonogiri, Rabu (27/6). “Pada intinya dasar dari terjadinya konflik yang muaranya menyebabkan munculnya pergesekan di tengah masyarakat dan di antara para pemeluk agama adalah kurangnya komunikasi, kalau ada komunikasi  pasti bisa dicegah,“ jelasnya.

Soal pembangunan sebuah tempat ibadah yang ditentang masyarakat di Kecamatan Slogohimo diakui lantaran pihak yang berkeinginan mendirikannya kurang berkomunikasi dengan warga. Sehingga informasi yang didapat masyarakat tidak sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya terjadi.

“Begitu juga isu perekrutan umat suatu agama yang terjadi di Kecamatan Pracimantoro yang belum lama ini berakhir, istilahnya tidak ada rembugan terlebih dahulu antara penyelenggara dengan masyarakat maupun pihak pemerintah, makanya informasi yang tidak utuh itu dengan adanya sulutan sekecil apapun akan dapat meledak menjadi konflik,“ paparnya.

Beruntung konflik di kedua wilayah itu dapat segera teratasi dan tidak sampai meluas dan berkepanjangan. “Sehingga ke depan setiap ada rencana, lebih-lebih yang berkaitan dengan keyakinan atau agama tolong komunikasikan terlebih dahulu sebelum beraksi, jadikan kasus di Slogohimo dan Pracimantoro sebagai pelajaran,“ imbuh Hafidz.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge