0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Perlu Segera Tentukan Ketua Umum Baru

Kompetisi Internal Persis Digarap Setengah Hati

Kompetisi Internal Persis Solo di Stadion R Maladi (Timlo.net / Aji)

Solo — Roda kompetisi internal Persis Solo yang sekaligus menjadi ajang pembinaan bibit-bibit pemain handal justru digarap setengah hati. Ya, begitulah gambaran kondisi pembinaan pemain sepakbola muda di Kota Solo saat ini. Solo yang dahulu kerap mencetak  pesepakbola handal bahkan bisa menjadi atlet nasional, kini malah melempem akibat pengelolaan yang kurang serius.

Pantas saja kompetisi internal Persis saat ini justru hanya menjadi kegiatan formalitas saja oleh Pengcab PSSI Kota Solo. Betapa tidak, berbagai problem seperti persiapan tim yang ala kadarnya bahkan aturan untuk batasan umur peserta kini tidak lagi dikekang. Pemain usia 23 tahun ke atas justru bisa ikut dalam kompetisi internal. Hal yang sungguh aneh memang. Belum lagi tenaga medis yang kurang, hingga kacung alias anak gawang yang terbatas kerap terlihat di setiap laga. Ditambah lagi saat ini jadwal kompetisi juga semakin tidak karuan, ada yang mundur dan ada yang ditunda.

Tidak heran jika daerah lain, Surabaya misalnya, kini mampu melahirkan bakat-bakat luar biasa dari kejuaraan internal. Persebaya bisa bangga dengan melahirkan pemain seperti Rendy Irawan, Taufiq, hingga bintang Timnas Andik Vermansyah yang notabene adalah jebolan kompetisi internal yang digarap dengan serius.

Berbeda dengan kompetisi internal Persis, beberapa klub peserta saja  akan memilih mundur dari kompetisi karena pengelolaan yang kurang. Namun jika klub peserta benar-benar mundur, maka hak suara dalam musyawarah cabang (Muscab) bakal hilang dan malah memperburuk keadaan. Seperti yang diutarakan Bidang Kompetisi Persis, Chaidir Ramli bahwa bakal ada sanksi lumayan berat bagi tim peserta yang memilih jalan mundur.

“Jelas ada sanksinya kalau mundur karena sudah tertuang di peraturan. Sanksinya bisa dari degradasi sampai tidak mendapatkan suara di Musab (Musyawarah Cabang PSSI Solo nantinya,” ungkap Chaidir Ramli, Selasa (26/6).

Namun hal yang diutarakan  Chaidir juga perlu digarisbawahi, bahwa pengelolaan kompetisi yang setengah-setengah perlu mendapat solusi agar klub peserta menjadi kembali bergairah lagi. Kekosongan pengurus seperti seperti pada posisi krusial Ketua Umum Pengcab PSSI Solo juga perlu segera diisi melalui Muscab.

Pasalnya, pengajuan anggaran dari APBD terutama di bidang sepakbola Kota Solo bakal kembali lancar dan dapat menghidupkan kembali kompetisi secara sukses. Karena syarat pengajuan ke KONI, minimal kejelasan struktur pengurus Persis harus terbentuk terlebih dahulu. Pengcab PSSI Solo kini belum memiliki ketua umum baru, sejak kepemimpinan FX Hadi Rudyatmo berakhir di periode sebelumnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge