0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sejumlah Dewan Membantah

DPRD Sukoharjo Diisukan Terima Iuran Perdes

Suryanto, Ketua Komisi I DPRD Sukoharjo (Dok. Timlo.net/ Sahid)

Sukoharjo – Sejumlah Anggota DPRD Sukoharjo geram akibat dicatutnya nama lembaga DPRD oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, baru-baru ini. Isu yang beredar menyebutkan Dewan menerima sebagian uang iuran dari perangkat desa Kabupaten Sukoharjo, untuk kompensasi perangkat desa korban Perda no 5 tahun 2006 yang terlanjur dipensiun dalam usia 60 tahun.

Suryanto, Anggota DPRD Sukoharjo dari Fraksi PPP sekaligus Ketua Komisi I mengaku terkejut dengan kabar tidak sedap tersebut. Pihaknya secara tegas membantah tidak menerima uang iuran Perangkat Desa yang dimaksudkan itu.

“Saya mendapat laporan dari sejumlah Perangkat Desa. Bahwa ada iuran dari Perangkat Desa untuk membantu kompensasi Perangkat Desa korban Perda no 5 tahun 2006 yang terlanjur dipensiun dalam usia 60 tahun itu. Dikatakan setiap perangkat desa menyumbang 1 juta untuk partisipasi kompensasi bagi perangkat desa yang terlanjur dipensiun, dan sebagian lagi untuk dewan. Saya tegaskan dewan tidak tahu menahu dan tidak menerima sepeserpun,” tegas Suryanto, Selasa (26/6).

Dijelaskan, dari keterangan sejumlah perangkat desa yang terlanjur dipensiun dalam usia 60 tahun mengaku belum menerima uang iuran tali asih dari Perdes se-Sukoharjo. “Nah ini malah dipertanyakan, uang iuran itu kemana sekarang? Lha wong Perdes yang pensiun 60 tahun ini saja mengaku belum menerima kok,” tuturnya.

Hal senada juga di ungkapkan Jaka Wuryanta, Anggota Dewan dari Fraksi Partai Golkar. Ia mengaku kaget dengan dicatutnya lembaga DPRD Sukoharjo oleh oknum yang tidak bertanggung jawab itu. Pihaknya tidak pernah menerima iuran dari perangkat desa. Terlebih iuran itu dimaksudkan untuk tali asih bagi perangkat desa korban Perda no 5 tahun 2006 yang terlanjur dipensiun dalam usia 60 tahun.

“Saya sudah mendengar kabar tidak baik itu. Karena teman-teman dewan juga sudah membahasnya. Yang jelas nama DPRD dicatut oknum tidak bertanggung jawab. Kita tidak menerima iuran yang dimaksud. Toh, kita kasihan pada perangkat desa yang terlanjur dipensiun itu. Mereka itu yang menjadi korban,” tegasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge