0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus PPID Rp 13,5 Miliar

Koalisi LSM: Kajari Sragen Berbelit-belit

Massa Koalisi LSM kmendatangi Kejari Sragen, menanyakan kelanjutan kasus PPID. (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Audensi kasus dugaan penyimpangan penyimpangan Proyek Percepatan Infrastruktur Daerah  (PPID) senilai Rp 13,5 miliar antara koalisi LSM dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen, Senin (25/6) siang, berlangsung ricuh kemarin. Hal itu dipicu sikap Kajari Sragen Gatot Gunarto yang menurut Koalisi LSM dianggap telah  memberi keterangan yang berbelit-belit  terkaiat penuntasan kasus tersebut.

Audensi yang dihadiri sekitar 30 an massa dari anggota koalisi LSM itu, sejak awal sudah berlangsung tegang. Pasalnya puluhan anggota koalisi yang mengikuti audensi gerah dengan sikap dan jawaban Kajari yang dinilai berbelit-belit saat memberi keterangan tentang perkembangan pengusutan kasus PPID.

Kepada peserta audensi, Kajari Sragen Gatot Gunarto, mengaku saat ini belum menandatangani status peningkatan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan dengan alasan masih menunggu petunjuk Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Gerah mendengar jawaban kajari yang hanya menyampaikan agar masa dari koalisi LSM untuk bersabar dan menunggu petunjuk dari Kajati.

Koordinator Koalisi LSM Sunarto, malah menuding Kajari Sragen sengaja berkelit dan berlindung di bawah nama Kejaksaan Tinggi. Sebab kewenangan untuk menangani kasus PPID senilai 13,5 miliar itu seharusnya berada di Kejari Sragen.

Mendengar pernyataan dari Sunarto tersebut, Kajari Sragen Gatot Gunarto kembali memberikan pernyataan yang sama. “Kami masih menunggu petunjuk dari atasan. Tadi pagi saya sudah ngebel Humas Kejati, dan jawabanya masih menunggu petunjuk atasan,” kata Gatot.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge