0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Saksi Sering Tak Bisa Jawab Pertanyaan

Sidang Pencurian Gerbong Ger-gerran

Sidang lanjutan kasus pencurian gerbong di PN Solo, Senin (25/6). (Dok.Timlo.net/ Iwan Kawul)

Solo –– Sidang lanjutan perkara dugaan pencurian dua gerbong kuno di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Senin (26/6) menghadirkan saksi yakni Manajer Program Konservasi Pembangunan PT KAI Pusat, Esya Ibrahim. Persidangan dengan terdakwa mantan Kepala Depo Surakarta, Yogo Prasetyo ini diwarnai canda tawa pengunjung sidang lantaran beberapa pertanyaan yang dilontarkan hakim tak dapat dijawab saksi.

Dalam persidangan, Majelis Hakim Elly menanyakan sejumlah pertaanyaan tentang instansi yang berwewenang terkait kepemilikan dua gerbong yang dianggap saksi merupakan kereta kuno buatan Zaman Belanda itu. Namun, beberapa pertanyaan tidak dapat dijawab saksi yang memiliki wewenang menginventarisasi benda kuno non insfratruktur itu. Saksi Esya hanya menegaskan kepemilikan dua kereta kuno milik PT KAI.

“Saya mulai kerja sejak tahun 1993 bulan September, jadi manajer sejak 2009. Saya hanya meneruskan manajer lama, saya juga tahu informasi hilangnya dua kereta dari staf saya,” jelas Esya dipersidangan.

Salah satu hakim anggota, Budi Hertantyo turut menanyakan maksud keberadaan dua kereta kuno yang disimpan di gudang peti kemas Stasiun Jebres. Kepada saksi, Budi menegaskan pertanyaan apakah dua gerbong tersebut sengaja dibuang atau untuk kepentingan konservasi? Namun, pertanyaan itu tidak dapat dijawab saksi.

“Saya tidak mengetahui, tugas saya mencatat aset, dan dua kereta itu sudah dilakukan pendataan Desember 2010,” tambah Esya.

Pertanyaan sama dilontarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Sulistyo kepada saksi terkait status keberadaan dua gerbong sambil menunjukkan copy data inventarisasi di hadapan Majelis Hakim yang turut disaksikan saksi dan kuasa hukum terdakwa. “Ini data inventarisasi tertanggal 7 Mei 2012, pencatatan aset ditandatangani saksi, sedangkan kejadian Maret 2012,” ungkap JPU Budi dipersidangan. Namun, lagi-lagi saksi tidak bisa menjawab.

Atas kesaksian Esya, terdakwa Yogo Prasetya tak mengutarakan komentar. Dia hanya diam, sesekali berucap cukup. “Ya, saksi sudah sesuai, selebihnya tanyakan pada kuasa hukum saya,” tandas Yogo.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge