0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anggaran SKPD Bakal Berbasis Responsif Gender

Wonogiri — Kepala BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kabupaten Wonogiri, Haryono menyebut seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) wajib menerapkan manajemen anggaran berbasis responsif gender. Di antaranya dengan mewujudkan anggaran yang adil dan responsif untuk kebutuhan setiap orang, baik laki-laki dan perempuan termasuk kelompok usia rentan (anak dan perempuan).

“Memahami konsep anggaran responsif gender bukanlah budget yang terpisah untuk laki-laki atau perempuan, bukan pula anggaran dibagi 50:50, bukan penyisihan anggaran 5 persen, serta bukan juga penambahan unsur baru dalam anggaran,“ ungkap Haryono, di ruangannya, Senin (25/6).

Menurut mantan Sekwan (Sekretaris Dewan) DPRD Wonogiri ini, anggaran yang reponsif gender merupakan strategi pengarusutamaan gender kedalam kebijakan penganggaran yang berkeadilan dan kesetaraan terhadap kebutuhan semua orang, perempuan dan laki-laki.

“Langkah pertama dalam kebijakan ini adalah analisis data dengan maksud memahami keadaan perempuan dan laki-laki di masyarakat, seperti apa polanya, bagaimana membudgetnya, dan seperti apa langkah implementasinya,“ terangnya.

Analisis data ini dibagi dalam tiga kategori, anggaran spesifik gender, anggaran peningkatan kesetaraan gender di sektor publik, dan anggaran untuk melaksanakan pengarusutamaan gender. Pengategorian ini bertujuan menentukan anggaran untuk program yang spesifik dan mengalokasikan keperluan strategis serta menentukan dampak yang berbeda terhadap target anggaran.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge