0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wonogiri Belum Punya SMA Inklusi

ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) saat mengikuti sosialisasi pendidikan inklusi yang diadakan Tim Advokasi Difabel bekerjasama dengan sebuah yayasan (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri —  Kendati memiliki jumlah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) usia sekolah mencapai belasan ribu, nyatanya di Kabupaten Wonogiri baru ada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan jalur inklusi hingga tingkat SMP. Sementara untuk tingkat SMA/K belum mempunyai.

Jumlah sekolah penyelenggara pendidikan inklusi untuk SD berjumlah 87 buah, SMP baru 4 unit dari 16.241 ABK usia sekolah di Wonogiri. Semestinya demi menjaga kontinyuitas pendidikan bagi ABK ada setidaknya satu SMA/K jalur inklusi.

“Memang kita belum memiliki SMA yang menyelenggarakan pendidikan inklusi bagi ABK, kalau SD hingga SMP sudah ada, ini tentunya menjadi kendala saat ABK ingin melanjutkan pendidikan selepas SMP,“ ungkap Kabid TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri, Mulyati, Senin (25/6).

Salah satu penyebab belum berminatnya kalangan SMA/K di Wonogiri untuk membuka jalur inklusi, menurut Mulyati, adalah masih kurangnya pengetahuan dan kesadaran soal hak-hak ABK. Juga ketakutan terhadap imej sekolah yang nantinya bakalan menurun setelah ada siswa dari ABK yang belajar di situ.

Sementara itu Ketua Tim Advokasi Difabel (TAD) Wonogiri, Suharno  menerangkan, saat ini di Kabupaten Wonogiri terdapat 16.241 penyandang Difabilitas. “Masih adanya persepsi masyarakat yang buruk terhadap kaum penyandang difabilitas menjadikan akses pendidikan bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus kurang maksimal,“ ujar Suharno.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge