Indonesia Pusaka, Akhir Manis Perhelatan SIPA
Solo – Seisi Pamedan Pura Mangkunegaran larut dalam sebuah lagu Indonesia Pusaka ciptaan Ismail Marzuki. lagu tersebut dinyanyikan seiring berakhirnya rangkaian perhelatan SIPA 2010 yang ditandai dengan usainya penampilan Gangsadewa dari Jogjakarta yang memainkan berbagai musik tradisi.
Ribuan penonton yang memadati Pamedan Pura Mangkunegaran pun turut serta menyanyikan lagu Indonesia pusaka selepas Walikota Joko Widodo membunyikan Gong yang menandai usainya gelaran Internasional tersebut. Cukup luar biasa, ketika MC meminta para masyarakat yang menyaksikkan gelaran SIPA 2010 untuk menyalakan lampu HP dan mengangkat keatas sembari melambaikan, ternyata cukup direspon.
Antusiasme penonton di hari terakhir perhelatan ini menjadi berkah tersendiri sekaligus menutup manis perhelatan SIPA sendiri. Seperti diketahui penyelenggaraan SIPA yang dimulai sejak dua hari lalu sungguh memberikan hiburan yang luar biasa kepada masyarakat. Berdasarkan pantauan Timlo.net kursi yang berjumlah sekitar 5000 buah ini selalu dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikkan gelaran SIPA, bahkan cukup banyak penonton yang rela berdiri demi menyaksikan gelaran SIPA.
Hal tersebut salah satu bukti keberhasilan SIPA sendiri. Selain menyajikan sebuah sajian yang berkelas, SIPA sendiri menjadi sebuah tontonan rakyat yang dimintai. Bukan hal yang mustahil bahwa di pertunjukan SIPA di kota Solo ini yang merupakan pertunjukan sekelas Internasional dibandrol 0 (nol) rupiah, alias tak berbayar.
Selain itu tema kesenian rakyat yang coba diangkat dalam SIPA 2010, ternyata mampu memberikan warna tersendiri pada perhelatan seni dan budaya di kota Solo. Sungguh sejalan dengan niat pemerintah kota Solo yang saat tengah berupaya menjadikan kota Solo sebagai pusat seni budaya dan kota pertunjukan.
Ketua Panitia SIPA 2010, Irawati Kusumorasri pada hari pertama penyelenggaraan SIPA 2010 mengatakan sebagaimana tema besar SIPA 2010 Kesenian Rakyat yang merupakan representasi dari bentuk penyatuan antara masyarakat dengan alamnya. “Tidak hanya sekadar bicara persoalan estetika semata, melainkan juga berbicara tentang sekelompok masyarakat dengan gunung, laut, sawah maupun representasi komunitas dengan lingkungannya yang lain,” jelasnya.
Berbagai penampilan pada pembukaan SIPA 2010 kali ini mencoba untuk merepresentasikan dan mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal di masyarakat untuk dikemas ke dalam sebuah seni pertunjukan. “Segala energi keberagaman bentuk dan kultur seni pertunjukan akan disatukan dalam sebuah semangat SIPA. Seterusnya, SIPA akan juga akan tetap selalu memberdayakan diri agar benar-benar bisa membumikan Kota Solo. Bila perlu harapannya akan lebih luas lagi, yakni Bumi Nusantara,” pungkasnya.
Penyelenggaraan SIPA tahun ini menyajikan 22 delegasi yang terdiri dari 15 delegasi lokal dan 7 delegasi Internasional. Beberapa delegasi Internasional yang turut memeriahkan perhelatan SIPA antara lain, Austria, Malaysia, Jerman, Timor Leste, Mexico, Jepang, dan terakhir India.
Walikota Surakarta Ir. Joko Widodo yang didaulat menutup perhelatan SIPA mengatakan bahwa penyelenggaraan SIPA akan terus digelar di kota Solo. “Tahun depan masih akan ada penyelenggaraan SIPA lagi”, terangnya. Tentu saja lontaran orang nomor satu di kota Solo tersebut bakal menjadi PR besar bagi komunitas SIPA untuk menyiapkan perhelatan SIPA 2011.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Juwangi Jadi Sasaran TMMD
- Bus kok Numpaki Pembatas Jalan?
- Pengedar Ganja Diringkus
- Inilah, Ikrar Para Penjual Ciu
- Buku “Kisah Menarik Masa Kecil Pa...
- DPRD Keberatan Dengan Keringanan Re...
- Ayo Berinternet yang Sehat dan Aman...
- Petani Tembakau di Klaten Sulit Ban...
- GMNI Unisri Adakan Sarasehan Kebang...
- Rawan Kecelakaan, Empat Bukaan Medi...
- Belum-belum kok Sudah Bocor
- Selingkuhan Melapor, Oknum Polisi T...
- Mei, Mall Paragon Semarak Event
- Kantor Cabang KSPS Berkah Kebanjira...
- Gagal Dulang Poin di Aceh


Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...
KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
Sentana Dalem Keraton Urung Menghad...
Terimakasih, tugas kesenian daerah jadi mudah..:D
Saya salut sama masyarakat d pemkot Solo tak ada kata sepi budaya.Bahkan Che G Kuba pernah kesana saat BK ada. Makanya kami juga ikut sponsor unt budaya ini. SElamat juga unt jeng Ira sbg ketua nya yg khusus menemui saya. Salut unt kegigihan mrk.