0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Maju Miss Deaf, Ovik Minta Restu Warga Solo

kampanye miss Deaf 2012 di CFD ()

Solo – Usianya masih muda, namun prestasinya sudah menginternasional. Dialah Oktaviani Wulansari. Gadis berusia 20 tahun asal Kadipiro ini siap mewakili Indonesia dalam ajang Miss Deaf Word 2012. Sebuah ajang pemilihan Beauty Pageant khusus wanita tunarungu sedunia. Rencanannya ajang itu akan digelar di Kota Praha, Republik Ceko, Juli mendatang.

Minggu (24/6),di sela gelaran Car Free Day (CFD) Slamet Riyadi. Ovik, panggilan akrab, berpamitan dengan publik Solo perihal keberangkatannya ke Miss Deaf Word 2012. Dia diarak menyusuri Jalan Slamet Riyadi saat CFD berlangsung. Dari kawasan Ngarsopuro, Ovek di arak dengan menaiki becak wisata. Ovik melambaikan tangan kepada pengunjung CFD sebagai ucapan pamitan kepada warga Solo.

Sebelumnya, Ovik sempat menjalani karantina di Jakarta selama dua bulan. Proses karantina itu guna mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Praha. ”Oo jadi ini pulang kampung to ceritanya. salut untuk Ovik yang mewakili Indonesia di kancah Internasional. Saya dukung sepenuhnya untuk Ovik,” tutur Melani (23) ibu rumah tangga asal Kampung Baru yang Timlo.net ditemui di CFD.

Acara ini senagaja digelar untuk memberi dukungan kepada Ovik. Dukungan diungkapkan dalam doa bersama bersama warga Solo seusai diarak. Selain itu, Ovik juga menampilkan tarian tradisional dari Kalimantan bersama peraga Red Batik Solo.

Ditemani penerjemahnya, Ovik mengaku akan berjuang membawa nama Indonesia di ajang tersebut. Selain itu,dia berkeinginan mengenalkan Kota Solo kepada dunia. ”Saya berharap doa dan dukungan dari masyarkat Solo. Saya juga optimis bisa memberikan yang terbaik dalam ajang ini,” jelasnya melalui penerjemahnya.

Sebelumnya, saat pemilihan Miss Deaf Indonesia, Ovik harus besaing dengan calon lainnya. Namun, dia yang dipilih untuk mewakili Indonesia. ”Suatu kehormatan Ovik dipilih untuk mewakili Indoensia. Padahal para pesaingnya sangat berat. kususnya dari kota-kota besar,” jelas Diah Ayu,pendamping Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Solo.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge