0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hak Cipta SIEM Digugat

Yasudah dan Didied memberikan keterangan pers terkait hak cipta SIEM, Minggu (24/6) sore. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Penyelenggaraan Solo International Etnic Music (SIEM) 2012 tampaknya tak semulus SIEM sebelumnya. Setelah diguncang dengan lokasi pementasan, kali ini hak cipta SIEM dipermasalahkan. Hak cipta SIEM digugat oleh Suyadi Yasudah dan REH Didied Mahaswara selaku penggagas SIEM pertama kali.

SIEM yang sekarang dinilainya bukan seperti SIEM yang dulu saat pertama kali dipentaskan. Menurutnya, SIEM sekarang dimuati dengan embel-embel Contemporer, padahal SIEM dulunya murni musik Etnik. “Kalau ada embel-embelnya musik contemporer ya bukan SIEM dong namanya, ganti saja dengan SICEM,” ujar Yasudah di ┬áJoglo Mandala Wisata Sriwedari, Minggu (24/6) sore.

Suyadi Yasudah dan Eddy Herwani Didied Mahaswara menggugat pelanggaran penciptaan festival musik etnik international Indonesia dengan tema Solo International Ethnik Music Festival dan Conference (SIEM-FC). Di antara isi gugatannya meliputi menghormati hak cipta sesuai dengan etika dan Undang-undang Hak Cipta, istilah kontemporer dalam SIEM-FC dihilangkan dan dikembalikan ke tema aslinya, memasukkan Yasudah selaku penggagas SIEM-FC ke dalam struktur panitia pada bagian Development Substansi Seni dan Kurator.

Sedangkan Eddy Herwani Didied Mahaswara dimasukkan sebagai peniti dan pengarah. Panitia pelaksana wajib selalu konsolidasi dengan pihak pemrakarsa, dan yang terakhir kedua nama penggagas awal Solo International Entnic Musik (SIEM) tersebut wajib selalu dicantumkan pada proposal website dan selalu dilibatkan dalam pertemuan konferensi pers.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge