0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Uang Arisan Katut Jadi Barang Bukti?

Solo — Akibat digeledah polisi lantaran sang bendahara digrebek Satnarkoba Polresta Solo, uang arisan warga katut dikukut polisi dijadikan barang bukti. Masalah bermula ketika penggrebekan Narkoba jenis sabu di rumah tersangka Suradi (42), warga Sampangan RT 02/RW XXI Semanggi, 13 Mei lalu.

Sejumlah polisi yang menggrebek di rumah Suradi, menyita uang tunai Rp 9 juta dari dompet Suradi. Namun, uang tersebut diakui keluarga bukan sebagai barang bukti transaksi narkoba.  Namun  uang yang disimpan pria gemulai yang bekerja sebagai perias di salon ini merupakan uang arisan warga.

Hal ini diungkapkan, Sri Suyatmi adik kandung Suradi alias Maly. “Uang tunai Rp 9 juta yang ada di dompet  turut disita polisi yang menangkap. Padahal, uang tersebut untuk kulakan sayur dan uang arisan warga,” kata Yani panggilan akrab Sri Suyatmi kepada wartawan, Minggu (24/6).

Dari informasi yang dihimpun Timlo.net upaya meminta kepada pihak polisi sudah dilakukan Sri Suyatmi sejak Suradi ditahan di sel Mapolresta Solo. Namun, upaya tersebut berulang kali gagal hingga Suradi dititipkan di sel Rutan (rumah tahanan) Solo. Upaya pengembalian uang tersebut direspons setelah lebih dari 1 bulan.

“Baru dikembalikan Rp 1,5 juta, Rabu sore (20/6), sisanya saya sudah ikhlas kok, takut kalau terjadi apa-apa pada kakak saya,” jelas Sri Suyatmi.

Wakasat Narkoba Polresta Solo AKP Edison Panjaitan saat dikonfirmasi membenarkan adanya penyitaan uang tersebut. Hanya dia mengaku belum mengetahui secara pasti keberadaannya. Sebab, anggota yang di lapangan belum melaporkan. “Kami masih akan menyelidiki itu uang hasil kejahatan atau bukan, Senin (25/6) akan kami panggil adiknya untuk dikonfontirkan,” terang Edison.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge