0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Penundaan Operasional Railbus Dilaporkan Wamen

Railbus Batahara Kresna saat tiba di Stasiun Kota Wonogiri (dok.timlo.net/aris arianto)

Solo —  Mundurnya pengoperasionalan Railbus Bathara Kresna berkali-kali, membuat  Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo menyerahkan sepenuhnya keputusan pengoperasionalan Railbus kepada Pemerintah Pusat.

Kepala Dishubkominfo Kota Surakarta, Yosca Herman Sudrajat menyatakan  pihaknya sudah melaporkan tertundanya pengoperasionalan Railbus kepada Wakil Menteri Perhubungan. Kebijakan operasional Railbus, tambahnya, merupakan kebijakan Dirjen Perkeretaapian dengan PT Kereta Api Indonesia, dimana PT KAI berada dibawah  Kementrian BUMN. “Saya juga tidak tahu dimana kesulitannya,” ujarnya kepada Timlo.net, Minggu (24/6) di sela-sela Car Free Day.

Dijelaskan Yosca, seharusnya jika memang Pemerintah Pusat berkomitmen mengurangi kemacetan dan angka kecelakaan lalu lintas, Railbus sebagai salah satu public transport berbasis kereta mestinya segera diluncurkan. Apalagi, pihaknya, sudah berupaya meminimalkan dokumen dan permasalahan. “Kalau ada kekurangan sedikit, ya itu wajar,” ungkap Yosca.

Saat ini tambah Yosca, peran Dishubkominfo, Wakil Walikota dan juga Walikota hanya mendorong supaya proses pengoperasionalan segera berjalan. “Tinggal kebijakan Pemerintah Pusat untuk menandatangani BASTO antara Dirjen Perkeretaapian dengan PT KAI,” ujarnya.

BASTO sendiri merupakan semacam surat jalan bagi beroperasinya Railbus. “BASTO itu seperti halnya STNK dan BPKB pada kendaraan bermotor. Kalau belum ada STNKnya, kan kendaraan bermotor tersebut belum boleh berjalan,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge