0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Juni-Juli, Satpol PP Kosek Kos-kosan

Kepala Satpol PP kota Solo Tri Puguh Priyadi (timlo.net - dhefi)

Solo — Sejumlah wilayah di Kota Solo akan menjadi sasaran operasi yustisi kependudukan di kota Solo. Operasi yang dilakukan oleh Satuan Pamong Praja (Satpol PP) bekerjasama dengan Kepolisian dan Pengadilan tersebut akan digelar mulai akhir Juni sampai dengan bulan Juli mendatang.

Kepala Satpol PP Kota Solo Tri Puguh Priyadi mengatakan, sasaran operasi yustisi kependudukan kali ini sebagian besar kawasan tempat kost dan pemukiman perantau. “Adapun jenis pelanggaran yang akan ditindak yaitu anggota masyarakat yang tidak mempunyai dan atau tidak membawa KTP,” katanya kepada wartawan, baru-baru ini.

Sesuai dengan Perda no. 10/2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan serta Pemberdayaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah, ada sejumlah sanksi yang dikenakan pada setiap pelanggaran. Diantaranya, denda maksimal sebesar Rp 50 ribu bagi yang tidak membawa KTP saat terjaring razia. Saat razia, pihaknya juga menggandeng Pengadilan, sehingga penindakan sanksi dalam setiap pelanggaran bisa dilakukan dengan sidang di tempat.

Menurutnya, dengan diberlakukannya sanksi pidana bagi pelanggar, bisa menciptakan tertib administrasi kependudukan (adminduk)  di wilayah Solo. “Selain itu dalam rangka upaya pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran pidana lain yang berkaitan dengan penyalah gunaan dokumen kependudukan,” jelasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge