0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rudy Ngotot SIEM Harus di Solo

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Solo – Penentuan lokasi Solo International Ethnic Music (SIEM) 2012 masih menjadi ajang perdebatan. Setelah terjadi penolakan venue penyelenggaraan di Taman Balekambang oleh sejumlah kalangan beberapa waktu lalu, penentuan lokasi SIEM belum juga ditentukan.

Belakangan, sempat muncul beberapa rumor terkait pemindahan lokasi event budaya taraf internasional tersebut. Sejumlah kalangan di DPRD kota Solo menyarankan agar SIEM dipindah ke Alun-alun Selatan Keraton atau Alun-alun Kidul (Alkid) sebagai salah satu alternatifnya. Sempat pula beredar rumor, SIEM akan dipindah ke salah satu lokasi di barat kota Solo, yakni bekas pabrik gula (PG) Colomadu, Karanganyar.

Menanggapi beberapa perbedaan lokasi pemindahan SIEM tersebut, Wakil Walikota (Wawali) Solo FX Hadi Rudyatmo berbicara tegas. Ia meminta kepada penyelenggara SIEM agar tetap menyelenggarakan event tersebut di dalam kota Solo. “Nggak mungkin di luar kota Solo, harus di dalam kota. Besok akan kita koordinasikan dengan penyelenggara,” katanya kepada wartawan, Minggu (24/6).

Sebenarnya, pasca penolakan digunakannya Taman Balekambang sebagai tempat venue SIEM, masih ada beberapa alternatif lainnya dengan tetap berada di dalam Kota Solo. Beberapa alternatif yang disarankan Wawali antara lain,  Sriwedari, Alun-alun keraton dan Benteng Vastenburg.

Rudy, sapaan akrab Wawali beralasan, penyelenggaraan SIEM harus berada di dalam Kota Solo karena pagelaran SIEM menggunakan dana dari APBD. Alokasi anggaran dari APBD untuk penyelenggaraan SIEM pada tahun ini sebesar Rp 100 juta.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge