0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembacaan Lakon "Dinding Batu" di Balai Soedjatmoko

Tokoh-tokoh dalam Relief Rumah Tua

Reading teks lakon "Dinding Batu" di Balai Soedjatmoko, Sabtu (23/6) malam. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Pembacaan naskah drama dengan lakon Dinding Batu di Balai Soejadmoko, Sabtu (23/6) malam mengisahkan tentang relief di rumah tua yang ditinggal penghuninya. Pada relief tersebut terdapat berbagai tokoh yang bercengkerama pada malah hari.

Diantara tokoh dalam naskah lakon dinding batu tersebut diwakili dengan empat tokoh yang diumpamakan seperti batu, di antaranya Batu Malin, Batu Panjang, Batu Angelina (bidadari), dan Batu Bunga.

Setiap tokoh dalam pembacaan naskah tersebut bercerita tentang banyak hal mulai dari kisah kejayaan mereka di zaman dulu sampai dengan konflik yang dialami tiap batu tersebut.

Dahulu rumah itu memiliki penghuni yang ramah dan sampai ditinggalkan oleh penghuninya. Rumah tua yang menjadi tempat tinggil para batu tersebut sepertinya akan dihancurkan atau setidaknya akan dijual oleh penghuninya pada orang lain. Masa depan para tokoh relief batu itu menjadi tanda tanya besar.

Menurut Hanindawan selaku pembuat dari naskah lakon Dinding Batu, keadaan negeri ini semakin lama tidak berdaya dengan kondisi zaman. “Indonesia adalah rumah tua yang digadaikan oleh para elite politik dan penguasa. Mereka tidak peduli dengan situasi Indonesia pada masa yang akan datang,” tutur Hanin usai pertunjukan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge